Strategi Layanan Prima Koperasi Kelurahan Merah Putih Poris Plawad

Strategi Layanan Prima Koperasi Kelurahan Merah Putih Poris Plawad
Strategi Layanan Prima Koperasi Kelurahan Merah Putih Poris Plawad

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Membangun koperasi di tingkat kelurahan memerlukan strategi khusus agar mampu bertahan dan diterima oleh masyarakat. Keberhasilan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menjadi salah satu contoh bagaimana pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan anggota menjadi kunci utama dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Berlokasi di Taman Royal 3, Blok A11, RT 003 RW 08, Koperasi Merah Putih telah menunjukkan bahwa koperasi tidak sekadar menjadi tempat jual-beli, melainkan pusat layanan yang menempatkan kepuasan pelanggan di atas segalanya.

Bacaan Lainnya

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Poris Plawad, Fajar Rusman, mengungkapkan bahwa prinsip dasar yang dipegang teguh oleh pengelola adalah “tidak ada kata tidak bisa”. Menurut dia, setiap permintaan anggota atau pelanggan harus diupayakan untuk dipenuhi, meskipun ketersediaan stok barang sedang terbatas.

“Prinsip kami, jangan sampai mengecewakan pelanggan. Jika barang tidak ada, kami akan berupaya mencarinya. Bahkan jika harus mengambil dari toko lain dengan harga modal yang sama demi memenuhi kebutuhan anggota, itu kami lakukan. Fokus utama kami bukan pada keuntungan sesaat, melainkan menciptakan loyalitas dan kepuasan pelanggan,” ujar Fajar ditemui di koperasi, Senin 6 Juli 2026.

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Poris Plawad, Fajar Rusman
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Poris Plawad, Fajar Rusman

Selain kelengkapan komoditas, koperasi ini juga menerapkan standar layanan yang cukup progresif, yakni operasional 24 jam. Kesiapan melayani anggota ini dibuktikan dengan fleksibilitas waktu pengantaran barang kebutuhan pokok, seperti gas dan minyak goreng, yang bisa dilakukan kapan pun sesuai kebutuhan anggota.

Dalam aspek harga, koperasi ini memastikan posisinya tetap kompetitif. Fajar menjelaskan, mereka menjadikan ritel modern sebagai tolok ukur. Jika terdapat selisih harga, koperasi memastikan tetap berada di bawah harga pasar ritel modern pada umumnya. Dengan pendekatan yang persuasif, mereka berhasil memberikan edukasi kepada anggota bahwa perbedaan harga tipis tetap memberikan nilai tambah berupa kenyamanan dan kemudahan akses.

“Kami juga mengutamakan jasa antar langsung ke pelanggan. Meskipun kami berusaha menarik anggota untuk datang langsung, kehadiran layanan pesan-antar menjadi bentuk dukungan nyata koperasi bagi masyarakat,” tambahnya.

Langkah Koperasi Merah Putih Poris Plawad ini memberikan gambaran bahwa koperasi kelurahan yang sehat bukan hanya soal modal, melainkan tentang bagaimana pengurus mampu beradaptasi dengan kebutuhan harian masyarakat, memberikan layanan yang personal, serta mengutamakan nilai pengabdian agar koperasi tetap relevan di tengah ketatnya persaingan pasar ritel.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.