Strategi Pemkot Tangerang Pangkas Kawasan Kumuh: Dari 70 Hektar Kini Tersisa 50 Hektar

Taman Kedaung Hadir di Bekas Permukiman Kumuh, Jadi Ruang Publik Edukatif
Taman Kedaung Hadir di Bekas Permukiman Kumuh, Jadi Ruang Publik Edukatif. foto Dok Perkimtan Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang terus mengintensifkan upaya penataan kawasan kumuh dan pembenahan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari target jangka menengah daerah.

Meski menghadapi tantangan berupa sebaran area kumuh yang bersifat sporadis, Pemkot Tangerang optimistis mampu menuntaskan target pengurangan luasan kawasan kumuh melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang, Decky Priambodo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan target pengurangan kawasan kumuh dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan. Meski setiap tahun terjadi fluktuasi, capaian penanganan terus menunjukkan tren positif.

“Awal tahun 2024 kemarin, luasannya sekitar 70 hektar, tapi sudah terus berkurang, sekarang tinggal 50 hektar. Nah, itu terus kita targetkan dalam RPJMD-nya selesai,” ujar Decky di Tangerang baru-baru ini.

Menurut Decky, kawasan kumuh di Kota Tangerang termasuk dalam kategori ringan karena penataannya dilakukan berdasarkan tujuh kriteria utama, termasuk ketersediaan jalan lokal, sistem drainase, sanitasi, kondisi perumahan, hingga aspek keamanan kebakaran.

Kolaborasi Lintas Sektor

Decky menegaskan bahwa penanganan kawasan ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama antarinstansi agar intervensi berjalan tepat sasaran.

“Jadi memang di-sharing semuanya sama-sama. PU terkait dengan masalah jalannya dan drainasenya, nanti Perkim berkaitan masalah perumahannya, nanti PDAM berkaitan masa penyediaan air bersihnya, kan begitu,” jelasnya.

Terkait sebaran lokasi, Decky mengakui adanya kendala teknis karena karakteristik kawasan kumuh di Kota Tangerang yang terpecah kecil-kecil.

“Kawasan kumuh kita itu kecil-kecil semua. Jadi, provinsi enggak bisa masuk karena sebaran-nya kecil-kecil dan tersebar banyak. Kita memang secara mandiri, ya mudah-mudahan kita intervensi,” tambahnya.

Akselerasi Jamban Sehat

Sejalan dengan penataan fisik kawasan, Pemkot Tangerang memprioritaskan pembenahan sanitasi, khususnya dalam pengelolaan air kotor melalui program Jamban Sehat.

“Sanitasi itu pada prinsipnya adalah bagaimana pengelolaan air kotornya. Kalau kita Perkim, masuknya ke dalam Jamban Sehat. Intervensinya kita Jamban Sehat,” papar Decky.

Program ini menyasar 300 hingga 400 unit setiap tahunnya dan diprioritaskan bagi wilayah yang juga menghadapi tantangan stunting serta TBC. Koordinasi antardinas pun diperkuat di bawah arahan Bappeda selaku integrator program.

“Jadi, kita target penanganan kawasan kumuh bisa running dengan baik karena saya bilang tadi, kawasan kumuh kita itu tidak terlalu parah. Jadi, intervensi sedikit langsung kelihatan keluar,” pungkas Decky.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.