Warga Bojong Nangka Angkat Puluhan Karung Lumpur dari Drainase

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Warga RT 001/RW 014, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kembali menggelar kerja bakti lingkungan pada Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali itu menjadi agenda keempat sejak kepengurusan RT saat ini terbentuk.

Mengusung tema “Bersama Merawat Lingkungan, Bersama Menumbuhkan Kepedulian”, kerja bakti melibatkan pengurus RT, para pemuda, remaja, hingga warga sekitar. Sejak pagi hari, peserta bergotong royong membersihkan lingkungan demi menciptakan kawasan permukiman yang lebih bersih dan sehat.

Bacaan Lainnya

Normalisasi Drainase Jadi Prioritas

Fokus utama kerja bakti kali ini adalah membersihkan saluran drainase yang mulai dipenuhi endapan lumpur. Untuk mempercepat proses pembersihan, pengurus RT turut menghadirkan tenaga yang berpengalaman dalam normalisasi saluran air.

Puluhan karung lumpur berhasil diangkat dari drainase dan langsung diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka menuju lokasi pembuangan. Banyaknya endapan yang ditemukan menjadi pengingat pentingnya perawatan saluran air secara berkala agar tidak menimbulkan penyumbatan maupun genangan.

Selain membersihkan drainase, kelompok warga lainnya melakukan pemotongan rumput liar serta merapikan sejumlah area yang dinilai membutuhkan perhatian. Pembagian tugas yang terorganisasi membuat seluruh pekerjaan selesai lebih cepat dan lebih maksimal dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Lingkungan yang bersih dan tertata diharapkan mampu menciptakan kawasan permukiman yang lebih nyaman sekaligus mengurangi potensi munculnya penyakit akibat kondisi lingkungan yang kurang terawat.

Ketua RT 001/RW 014, Maulana Hakim, mengatakan setiap pelaksanaan kerja bakti selalu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan berikutnya.

“Ini adalah kerja bakti keempat sejak kami menerapkan sistem triwulan. Setiap kegiatan selalu kami evaluasi bersama. Dari evaluasi itulah kami terus belajar dan beradaptasi sehingga pelaksanaannya menjadi semakin efektif dan berkualitas,” ujar Maulana, saat dikonfirmasi Lensa Banten.

Gotong Royong Perkuat Kepedulian Warga

Maulana menilai kerja bakti bukan hanya kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian bersama dalam menjaga kesehatan, keamanan, dan keindahan kawasan tempat tinggal.

“Kerja bakti merupakan bentuk komunikasi atas komitmen menjaga kesehatan, keamanan, dan keindahan lingkungan yang kita miliki dan nikmati bersama. Semangat gotong royong menjadi modal utama untuk membangun lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga,” katanya.

Toleransi Jadi Bagian dari Kebersamaan dan Ditutup dengan Ramah Tamah

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Di sisi lain, Maulana mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghormati warga yang tidak dapat ikut serta karena memiliki keperluan lain.

“Gotong royong juga mengajarkan toleransi. Kita belajar memahami bahwa setiap warga memiliki aktivitas masing-masing. Yang terpenting adalah tetap menjaga rasa memiliki terhadap lingkungan dan terus berkontribusi sesuai kemampuan tanpa saling menghakimi,” jelasnya.

Setelah seluruh rangkaian kerja bakti selesai, kegiatan ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta. Pengurus RT berharap budaya gotong royong seperti ini terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang bersih dan harmonis.

“Lingkungan yang bersih tidak lahir dari satu hari kerja, melainkan dari kepedulian yang terus dirawat bersama. Karena pada akhirnya, bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang terus merawat apa yang kita miliki,” tutup Maulana.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.