JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Perayaan Hari Kasih Sayang 2026 terasa berbeda dengan kehadiran “Tahta (Hipdut Version)” dari Billkiss. Band asal Bogor ini menghadirkan perspektif unik bahwa Valentine tak selalu tentang bunga dan cokelat, tetapi juga tentang berdamai dengan luka.
Lagu ini menjadi refleksi perjalanan emosional yang dikemas lebih dinamis. Jika versi aslinya sarat kesedihan, versi hipdut justru memberi ruang untuk tersenyum di tengah patah hati.
Helvi menegaskan filosofi tersebut. “Kami percaya patah hati bukan akhir segalanya. Bisa jadi itu awal fase baru yang lebih kuat,” katanya.
Maulin pun melihat lagu ini sebagai medium penyembuhan. “Kadang kita butuh lagu yang tidak terlalu sendu supaya bisa bangkit pelan-pelan,” ujarnya.
Eksperimen hipdut menempatkan Billkiss dalam arus inovasi musik Indonesia, memadukan genre urban dan tradisional.
Distribusi digital memastikan lagu ini mudah diakses di Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Langkah ini mempertegas ambisi Billkiss untuk terus berkembang secara kreatif sekaligus relevan di pasar.
Dengan “Tahta (Hipdut Version)”, Billkiss menunjukkan bahwa patah hati pun bisa punya soundtrack yang ceria. (san/*) #foto dok. artwork dok. billkiss









