KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sorak sorai, tabuhan genderang, dan teriakan penyemangat menggema di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, saat ribuan pasang mata menyaksikan detik-detik menegangkan babak final Lomba Perahu Naga dan Perahu Papak, Minggu, 1 Juni 2025.
Dalam suasana penuh semangat dan emosi yang membuncah, Tim Komando Barisan Maryono (Kobam) Kota Tangerang tampil luar biasa dengan menyabet dua gelar juara sekaligus dalam ajang perlombaan yang menjadi bagian dari Festival Peh Cun 2576.
Ajang ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Boen Tek Bio dan menjadi penutup megah dari festival budaya tahunan masyarakat Tionghoa di Kota Tangerang.
Dua kemenangan diraih Tim Kobam secara berturut-turut di dua babak final yang dramatis. Pada kategori Perahu Naga, mereka berhasil menundukkan Tim Antasena dalam pertarungan yang nyaris seimbang. Sementara di kategori Perahu Papak, Kobam menaklukkan Tim Naga Hitam dengan kayuhan penuh determinasi hingga detik terakhir.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil perlombaan, melainkan menjadi simbol dari kerja keras, latihan panjang, serta tekad kuat dari para pemuda Kota Tangerang yang mencintai olahraga dayung tradisional.
Ketua Tim Kobam, Ahmad Nurul Huda (29), mengaku sangat terharu dan bangga atas hasil yang diraih timnya. Menurutnya, kesuksesan ini bukanlah kebetulan. Mereka telah melakukan pembinaan dan latihan secara konsisten setiap tahun.
“Pastinya kita sangat bahagia yah, yang pertama kami bisa turut memeriahkan acara Pehcun 2025 ini, kedua kita dapat rezeki karena kita berhasil meraih juara 1 di dua kategori perlombaan yakni Perahu Naga dan Perahu Papak,” ucapnya Ahmad Huda.
“Untuk latihan kita rutin setiap tahunnya dan kita juga ada pembinaan yang intensif terhadap anak-anak ini,” lanjut Huda.
Ahmad juga menekankan bahwa setiap pertandingan mereka anggap sebagai laga puncak. Artinya, bukan berarti meremehkan setiap lawannya, hal ini tersebut menjadi pacuan untuk semangat latihan dan bertanding.
“Dari setiap laga yang kita ikuti, kita menganggapnya itu final, kita berambisi untuk menjadi juara, dan tentunya kita tidak pernah meremehkan lawan,” jelasnya.
Kendati demikian, lintasan Sungai Cisadane menjadi tantangan tersendiri karena bentuknya yang berkelok dan memerlukan kekuatan serta strategi ekstra. Ia pun tak lupa untuk mengajak anak-anak muda untuk ikut mengembangkan bakat dalam olahraga dayung.
“Tantangan kita selama perlombaan ini adalah lintasan, karena terlalu belok. Jadi, yang mendapatkan posisi sebelah kanan itu harus effort dalam mendayung, tetapi itu bukan rintangan bagi kami.” pungkasnya.
“Untuk semua teman-teman, marilah kita satukan hobi dan energi positif kita dalam kegiatan olahraga dayung, karena sangat menjanjikan di Indonesia dari seluruh ajang perlombaan dari tingkat daerah, nasional, maupun internasional.” tutup Huda dengan wajah berekspresi senang.
Festival Peh Cun tahun ini bukan hanya ajang budaya, tetapi juga panggung kejayaan bagi semangat pemuda Kota Tangerang yang pantang menyerah. Dengan kobaran semangat dan persatuan, Tim Kobam mencatat sejarah manis sebagai juara ganda dalam lomba yang begitu prestisius dan sarat nilai tradisi ini.









