UMN Jadi Kampus Pertama di Jabodetabek Punya AI Learning Center

UMN Jadi Kampus Pertama di Jabodetabek Punya AI Learning Center
UMN Jadi Kampus Pertama di Jabodetabek Punya AI Learning Center

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan Google for Education Indonesia meresmikan AI Learning Center UMN sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Kamis, 27 Agustus 2026.

UMN menjadi perguruan tinggi pertama di kawasan Jabodetabek yang memiliki pusat pembelajaran AI hasil kolaborasi dengan Google for Education Indonesia. Fasilitas ini menjadi bagian dari langkah strategis UMN dalam mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem pendidikan, baik sebagai alat pendukung pembelajaran maupun bagian dari kurikulum.

Bacaan Lainnya

UMN juga mengembangkan kurikulum dengan pendekatan Sustainability for AI untuk mendorong pemanfaatan teknologi AI yang mendukung aspek keberlanjutan.

Country Lead Google for Education Indonesia dan Malaysia Olivia Husli Basrin mengatakan, AI kini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehingga perlu direspons melalui pendidikan dan kolaborasi.

“Kami memandang AI sebagai suatu pengembangan di masa depan. UMN menyambut dan mengimplementasikan AI dalam pembelajaran. Nantinya, Google for Education dan UMN memiliki potensi kolaborasi yang lebih luas,” ujar Olivia, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurut dia, AI Learning Center merupakan bagian dari komitmen Google dalam menyiapkan talenta dan inovator masa depan. Fasilitas tersebut diharapkan mempercepat proses pelatihan, pembelajaran, hingga riset, sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Olivia berharap AI Learning Center dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa, tetapi juga mendorong riset yang mampu memberikan dampak dan solusi bagi masyarakat.

UMN menjadi perguruan tinggi pertama di kawasan Jabodetabek yang memiliki pusat pembelajaran AI hasil kolaborasi dengan Google for Education Indonesia.
UMN menjadi perguruan tinggi pertama di kawasan Jabodetabek yang memiliki pusat pembelajaran AI hasil kolaborasi dengan Google for Education Indonesia.

Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Ir. Teddy Surianto menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama UMN dan Google for Education sejalan dengan visi kedua pihak untuk mencerahkan masyarakat (enlighten people).

“AI merupakan bahasa baru dan inovasi teknologi yang tidak hanya berlaku di bidang komputasi atau teknik, tetapi juga bermanfaat di berbagai bidang. Kehadiran AI Learning Center diharapkan dapat memfasilitasi empat fakultas di UMN sekaligus mendukung visi UMN sebagai perguruan tinggi unggul di bidang ICT,” kata Teddy.

Rektor UMN Dr. Andrey Andoko mengatakan peresmian AI Learning Center melanjutkan langkah UMN yang sejak tahun lalu mulai mengimplementasikan AI dalam pembelajaran untuk mempersiapkan mahasiswa, karyawan, dan dosen menghadapi masa depan.

Ia menilai edukasi mengenai AI tidak cukup hanya membekali kemampuan teknologi, tetapi juga harus membangun tanggung jawab, etika, serta keterampilan manusia (human skills).

“Saya berharap AI Learning Center tidak hanya menyiapkan kompetensi teknologi, tetapi juga menjadi wadah bagi sivitas akademika UMN untuk mengembangkan kemampuan yang tidak dimiliki AI, seperti komunikasi, critical and creative thinking, empati, dan karakter yang baik,” ujar Andrey.

AI Learning Center UMN dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika untuk mendukung dan mempercepat proses pembelajaran. Melalui kolaborasi dengan Google for Education, pusat pembelajaran tersebut juga akan menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi yang memberikan sertifikat berstandar global bagi mahasiswa.

Nantinya, fasilitas AI Learning Center akan terbagi menjadi tiga, serta dilengkapi dengan Chromebook dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan masing-masing zonasi yang tersedia.

  • Training Zone : Sebagai pusat aktivitas edukasi serta pelatihan, dengan kapasitas hingga 30 peserta. Fasilitas ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, pelatihan dan sertifikasi, hingga workshop.
  • Research Zone : Area kerja terbuka yang ditujukan untuk mendukung baik riset mandiri maupun kelompok. Area ini mendukung pemrosesan AI intensif baik secara lokal berbasis cloud, analisa data, hingga riset visual kreatif.
  • Focus Zone : Area tertutup dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Ditujukan untuk mendukung kegiatan analisa data skala besar, pelatihan model Machine Learning yang kompleks, riset yang melibatkan Vertex AI, aktivitas penulisan akademik, analisis data sensitif yang memerlukan privasi penuh.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.