TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID–Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027 melalui Sidang Terbuka Senat bertema “Navigating Uncertainty: Building Your Path in the Age of AI”.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami perubahan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), sekaligus pentingnya mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) Ir. Teddy Surianto mengatakan mahasiswa baru perlu menjunjung nilai 5C UMN, yakni Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight.
Menurutnya, pendidikan di UMN tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan yang menjadi bekal mahasiswa menghadapi masa depan.
Rektor UMN Dr. Andrey Andoko mengatakan mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi perkembangan AI, dinamika ekonomi, serta perubahan kebutuhan industri.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak khawatir terhadap perkembangan AI, tetapi memanfaatkannya secara etis untuk meningkatkan produktivitas. Pada saat yang sama, kemampuan manusia seperti komunikasi, berpikir kritis dan kreatif, pemecahan masalah, serta empati tetap perlu diasah.
“Mahasiswa diharapkan dapat turut menciptakan lingkungan kampus UMN yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Andrey.
Penyambutan ditandai dengan pelantikan 20 perwakilan mahasiswa baru dari berbagai program studi jenjang D3, S1, S2, S3, dan Profesi. Seluruh mahasiswa kemudian mengucapkan Janji Mahasiswa sebagai tanda dimulainya perjalanan akademik di UMN.
Dalam kuliah perdana, alumni Sistem Informasi UMN 2014 yang kini menjabat Vice President of Technology InJourney Hospitality, Rickent Putra Haki, membagikan pengalaman karier dan pandangannya mengenai AI.
Rickent menilai AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan teknologi yang harus dimanfaatkan agar manusia tetap relevan. Menurutnya, kemampuan seperti kepemimpinan, kerja tim, komunikasi, negosiasi, keterlibatan dengan pemangku kepentingan, dan pengambilan keputusan tetap penting.
Ia juga mendorong mahasiswa mulai membangun pengalaman sejak awal melalui organisasi, unit kegiatan mahasiswa, kolaborasi lintas jurusan, serta personal branding.
“Fokus pada apa yang ingin kalian bangun untuk masa depan nantinya,” kata Rickent.






