TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meluncurkan buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia, karya berbasis intellectual property (IP) yang dikembangkan mahasiswa hingga berhasil diterbitkan secara nasional melalui Penerbit BIP.
Buku tersebut merupakan hasil pengembangan karya mahasiswa UMN yang sebelumnya berawal dari proses riset dan tugas akhir. Dalam prosesnya, mahasiswa mendapat pendampingan dari dosen serta Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UMN untuk memperkuat narasi, menyempurnakan karya, hingga membuka peluang kolaborasi dengan penerbit.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) Ir. Teddy Surianto mengatakan, buku tersebut tidak sekadar mengangkat perjalanan para perintis Kompas Gramedia, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai yang menjadi landasan perusahaan kepada generasi muda.
Menurut dia, nilai tersebut mencakup kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, dapat dipercaya dan diandalkan, cakap dan terampil, berorientasi menjadi unggul, serta memberikan pelayanan terbaik.
Teddy menilai perkembangan inovasi dan transformasi digital harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter.
“Teknologi tanpa integritas dapat kehilangan arah, dan kecerdasan tanpa nilai dapat kehilangan makna,” katanya dalam peluncuran buku tersebut di Tangerang, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia mengatakan penguatan karakter menjadi bagian dari komitmen YMN dalam membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari jenjang prasekolah hingga pendidikan doktoral.
Sementara itu, Rektor UMN Andrey Andoko mengatakan nilai-nilai yang diwariskan para perintis Kompas Gramedia memiliki keselarasan dengan filosofi pendidikan di UMN.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga membentuk karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Nilai-nilai para perintis tercantum pada visi UMN, yakni menghasilkan lulusan berbudi pekerti luhur,” ujarnya.
Andrey mengatakan UMN turut mengadopsi dan mengintegrasikan nilai 5C, yakni Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight dalam lingkungan pendidikan.
Nilai tersebut, lanjutnya, semakin penting di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang mendorong perubahan cepat di dunia pendidikan dan industri.
Ia menilai kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan karakter dan human skills agar pemanfaatan teknologi tetap dilakukan secara bertanggung jawab.
“Kita bisa mempelajari dan menerapkan banyak nilai dari para perintis dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, salah satunya kejujuran,” katanya.
Penulis buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia, Bintang Gutama, mengatakan gagasan buku tersebut bermula dari tugas akhir saat menempuh pendidikan di Program Studi DKV UMN.
Bintang melihat adanya peluang untuk mengemas kisah para perintis Kompas Gramedia, khususnya P.K. Ojong dan Jakob Oetama, dalam bentuk cerita anak agar nilai-nilai yang diwariskan keduanya lebih mudah dikenalkan kepada generasi muda.
“Karya ini berangkat dari tugas akhir dan dorongan ketika melihat cerita ini belum pernah diangkat serta dikemas dalam buku cerita anak-anak,” ujarnya.
Dalam proses pengerjaannya, Bintang mengaku menghadapi berbagai tahapan pengembangan sebelum karyanya dapat diterbitkan. Salah satu nilai yang menjadi motivasi adalah prinsip “bekerja dengan suara hati” yang diwariskan para perintis Kompas Gramedia.
Peluncuran buku tersebut sekaligus menunjukkan upaya UMN mengembangkan ekosistem kreatif yang mendorong karya mahasiswa tidak berhenti pada kebutuhan akademik, tetapi dapat berkembang menjadi produk berbasis IP yang memiliki nilai komersial dan manfaat sosial.
UMN berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk mengembangkan ide dan karya mereka hingga menjadi produk nyata yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun industri.





