Update Banjir di Kecamatan Periuk: 13.410 Warga Terdampak dan Masih Mengungsi

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang hingga Selasa, 10 Maret 2026 siang. Ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan penanganan banjir saat ini sudah memasuki hari ketiga. Pihaknya terus mengupayakan percepatan penanganan agar genangan air segera surut.

Bacaan Lainnya

“Jadi hari ketiga penanganan banjir, kami dari BPBD mengupayakan proses percepatan penanganan, yaitu dengan pola pemompaan. Pagi ini kita sudah setting bersama rekan-rekan PUPR untuk menggunakan pola pemompaan yang kita turunkan dari BPBD Damkar itu submersible,” kata Andia kepada Lensa Banten lewat pesan WhatsApp.

Berdasarkan data terbaru yang diperbarui pukul 12.00 WIB, total warga terdampak banjir di Kecamatan Periuk mencapai 13.410 jiwa. Warga terdampak tersebar di sejumlah kelurahan dengan kondisi banjir yang berbeda-beda. 

Salah satu wilayah dengan dampak cukup besar berada di Perumahan Periuk Damai RW 008. Di kawasan ini sekitar 860 warga terdampak dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 400 sentimeter. 

Banjir juga merendam kawasan Villa Mutiara Pluit di beberapa RW seperti RW 009, RW 011, dan RW 013. Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter. 

Di wilayah Kelurahan Gembor, banjir cukup tinggi terjadi di Perumahan Total Persada Raya RW 007. Tercatat sekitar 1.440 warga terdampak dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 250 sentimeter. 

Selain itu, sejumlah kawasan lain seperti Perumahan Alamanda, Garden City Residence, hingga Villa Tangerang Indah juga masih mengalami genangan. Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 40 sentimeter hingga lebih dari 150 sentimeter. 

“Kita juga dibantu oleh pihak Balai Besar Wilayah Cisadane-Ciliwung (BBWSCC) dengan mobil truk unit pompa. Tadi juga kami pinjam pompa portable milik Kecamatan Batuceper untuk mempercepat proses penyedotan air,” ujar Andia.

Ia menambahkan, penanganan banjir dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi seluruh OPD dilakukan agar banjir di wilayah Periuk bisa segera surut.

Saat ini sebagian warga sudah mengungsi ke sejumlah titik pengungsian. Lokasinya berada di aula kantor kecamatan, gedung MUI, masjid, posyandu hingga balai warga. 

Tercatat sekitar 5.786 warga saat ini berada di lokasi pengungsian. Petugas masih terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak banjir.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.