Warga Mekarsari Mengeluh, Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat

Warga Mekarsari Mengeluh, Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Penumpukan sampah di RW 04 Kelurahan Mekarsari dan RW 03 Kelurahan Neglasari, Kota Tangerang, kian meresahkan warga. Selama dua pekan terakhir, tidak ada pengangkutan sampah imbas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dilaporkan mengalami longsor.

Ibu Ita, warga RW 04 Kelurahan Mekarsari, RT 06, menjelaskan setiap hari sampah terus menumpuk karena volume yang masuk tidak seimbang dengan pengangkutan.

Bacaan Lainnya

“Sudah lebih dari dua minggu tidak ada pengangkutan. Sampah menumpuk terus, baunya menyengat, bahkan kami khawatir bisa mencemari air tanah,” ujarnya kepada para Jurnalis saat ditemui di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pada Rabu, 10 September 2025.

Menurutnya, sampah yang datang setiap hari setara lebih dari satu armada. Namun, sejak TPA terganggu, tidak ada pengurangan sama sekali. Bahkan sebelum longsor pun, sampah yang diangkut tidak seimbang dengan yang masuk.

“Dalam dua minggu ini benar-benar tidak ada pengangkutan, makanya penumpukannya signifikan,” jelasnya.

Kondisi itu berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Warga mengeluhkan bau menyengat, potensi pencemaran air sumur, hingga tumpukan yang mengganggu akses jalan.

Penumpukan sampah di RW 04 Kelurahan Mekarsari dan RW 03 Kelurahan Neglasari, Kota Tangerang, kian meresahkan warga

“Di sini ada panti rehabilitasi cacat mental (Panti Pelita Jiwa). Mobil yang keluar masuk jadi sulit lewat karena sampah menumpuk. Setiap pagi pihak panti harus membersihkan jalan agar akses bisa terbuka. Dampaknya luar biasa kalau tidak segera ditangani,” kata Ita.

Ia juga mengungkapkan, warga bersama pengurus wilayah sempat mempertimbangkan langkah drastis agar keluhan mereka direspons.

“Istilahnya, yang punya wilayah mengancam untuk membuang sampah ke Sungai Cisadane. Itu hanya gertakan supaya ada perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

TPS Mekarsari diketahui menampung sampah dari dua RW, yaitu RW 04 Kelurahan Mekarsari dan RW 03 Kelurahan Neglasari. Karena RW 03 tidak memiliki TPS, mereka meminta izin untuk menggunakan lahan di Mekarsari sebagai tempat transit.

Menurut Ita, seharusnya sampah diangkut setiap hari agar seimbang dengan volume yang masuk. Dari RW 03, rata-rata ada 8 sampai 9 gerobak sampah per hari, sementara dari RW 04 sekitar 3 gerobak.

“Biasanya seminggu sekali ada mobil bantuan yang mengangkut, tapi itu pun tidak rutin. Mobil jalur reguler entah rusak atau bagaimana, kami tidak tahu,” ucapnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa kondisi yang disebut terjadi longsor itu bahwasannya dipicu oleh proses penataan landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.

Wawan Fauzi, meminta masyarakat untuk memaklumi situasi ini. Ia menegaskan bahwa penataan TPA sangat penting dilakukan demi mencegah risiko di kemudian hari, meski berdampak pada keterlambatan pengangkutan sampah dari TPS.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.