10.000 Anggota FBR Ramaikan Milad ke-24 di Kota Tangerang, Gaungkan Merawat Budaya Betawi.

10.000 Anggota FBR Ramaikan Milad ke-24 di Kota Tangerang, Gaungkan Merawat Budaya Betawi.
10.000 Anggota FBR Ramaikan Milad ke-24 di Kota Tangerang, Gaungkan Merawat Budaya Betawi.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kota Tangerang menjadi tuan rumah Milad ke-24 Forum Betawi Rempug (FBR) tahun ini. Panitia pelaksana yang diketuai H. Minarto menyiapkan acara besar yang akan melibatkan sepuluh korwil FBR se-Jabodetabek dengan perkiraan peserta mencapai sepuluh ribu orang.

Perayaan yang bertemakan ‘Merawat Budaya Membangun Harmoni Bangsa’ ini
berlangsung meriah sejak pagi dengan agenda tahlil, tahmid, marhaban, hingga pentas budaya Betawi.

Bacaan Lainnya

H. Minarto menyampaikan, panitia membuka acara pada pukul delapan pagi dengan doa bersama. Setelah itu para peserta menikmati pertunjukan seni tradisi seperti Tari Lenggang Cisadane dan marhaban. Ketika para tamu VIP datang, panitia menyambut mereka dengan pengawalan seni budaya Kota Tangerang.

Rangkaian penyambutan melibatkan barongsai dan Abang None yang mengalungkan bunga.

“Para tamu VIP yang hadir antara lain Anggota DPR RI Rano Alfath, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, Pimpinan DPRD, dan sejumlah pejabat,” kata H. Minarto.

Ia menjelaskan, alasan Kota Tangerang menjadi tuan rumah. “FBR selalu bergilir dalam menentukan tuan rumah. Tahun ini giliran Kota Tangerang. Kami merasa terhormat bisa dipercaya pusat untuk menggelar milad ke-24,” ucapnya.

H. Minarto juga mengucapkan  pesan kepada seluruh anggota FBR agar terus menjaga kekompakan dan mengembangkan budaya Betawi. “Kita harus merawat budaya Betawi agar tidak tergerus zaman. Bukan hanya dirawat, tetapi dikembangkan. Itu jadi komitmen kami,” ujarnya.

Menurutnya, FBR secara rutin mengadakan kegiatan pelestarian budaya setiap tahun, terutama di wilayah DKI Jakarta. “Tahun ini kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk menjaga budaya-budaya yang sudah lama tumbuh di sini. Milad ke-24 ini jadi momentum penting bagi FBR untuk memperkuat komitmen itu,” ungkap H. Minarto.

Sementara Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk FBR memiliki peran strategis yang tak hanya terbatas sebagai mitra pembangunan pemerintah, tetapi juga sebagai penjaga budaya, perekat sosial, dan peneguh nilai-nilai kebangsaan.

“FBR bukan hanya wadah silaturahmi masyarakat Betawi, tetapi juga mitra penting pemerintah dalam menjaga ketertiban, mendorong pembangunan, dan merawat budaya lokal di tengah gempuran arus modernisasi,” ujar Sachrudin.

Ia menambahkan, kontribusi ormas, terutama FBR dalam menjaga keamanan lingkungan, mendukung kegiatan sosial, hingga menjadi penyalur aspirasi masyarakat, merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

“FBR telah membuktikan diri sebagai organisasi yang aktif, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Kami berharap, di usia yang ke-24 tahun ini, FBR semakin matang dalam bersikap, bijak dalam bertindak, dan terus menjadi contoh bagi ormas lainnya,” imbuhnya.

Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, lanjut Sachrudin, ormas seperti FBR juga dituntut untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, menjaga kondusivitas wilayah, serta menjadi penjaga toleransi dan persatuan bangsa.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.