LENSABANTEN.CO.ID — Pejabat pertahanan dan lembaga intelijen Israel terkejut melihat pesatnya pemulihan kapasitas militer Iran usai gelombang serangan intensif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel beberapa bulan lalu.
Menurut laporan Jerusalem Post, baik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) maupun dinas intelijen Mossad kini mengakui bahwa perkiraan awal mereka meleset. Teheran terbukti mampu memulihkan pasokan rudal balistik dan drone tempur dalam waktu yang jauh lebih singkat dari prediksi.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan sekitar 30 ribu gempuran udara yang menghantam lebih dari 2.600 sasaran militer serta fasilitas manufaktur senjata Iran. Militer Israel sempat mengklaim operasi tersebut berhasil melumpuhkan industri pertahanan Teheran hingga bertahun-tahun ke depan.
Namun, klaim tersebut dipatahkan oleh perkembangan di lapangan. Penasihat Senior Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad-Reza Naqdi, menyatakan bahwa laju produksi rudal dan pesawat nirawak Iran saat ini justru melampaui tingkat penggunaannya di medan tempur.
“Bahkan jika perang berlangsung selama beberapa tahun, rudal-rudal balistik kami akan terus menghujani musuh,” ujar Naqdi.
Jerusalem Post mengonfirmasi kebenaran pernyataan pejabat IRGC tersebut melalui verifikasi independen. Sumber-sumber di lingkaran militer Israel pun tak menampik bahwa Teheran berhasil mereorganisasi dan mempercepat kembali lini produksi senjata utamanya meski sempat digempur habis-habisan.








