PANDEGLANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kondisi jalan di Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni menjanjikan perbaikan ruas jalan tersebut mulai Oktober 2026.
Andra Soni mengatakan perbaikan akan dilakukan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Meski ruas tersebut berstatus jalan kabupaten atau jalan desa, pemerintah provinsi tetap akan turun tangan karena jalan itu dibutuhkan masyarakat.
“Saya tahu bahwa ini jalannya memang jalan kabupaten atau jalan desa, tapi saya tidak mau lihat itu, tapi saya lihat bahwa masyarakatnya membutuhkan,” kata Andra baru-baru ini.
Menurut dia, pembangunan akan masuk dalam perubahan APBD 2026. Pemprov Banten menargetkan pengerjaan awal sepanjang sekitar 700 meter hingga 1 kilometer pada Oktober 2026 dan dilanjutkan pada awal 2027.
Andra meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten berkoordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat untuk menentukan titik prioritas. Tanjakan yang sulit dilalui kendaraan saat musim hujan menjadi salah satu lokasi yang perlu didahulukan.
Kondisi jalan tersebut juga dinilai menghambat kendaraan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain jalan, Andra meminta tiga jembatan yang telah berusia puluhan tahun diperiksa dan diperbaiki jika kondisinya tidak lagi layak.
Drainase juga menjadi perhatian. Jalan yang direncanakan memiliki lebar minimal empat meter itu tidak boleh mengganggu saluran air di depan rumah warga.
Andra mengatakan pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari upaya mengurangi kesenjangan infrastruktur sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Sebagai perwakilan Pak Presiden di daerah, saya harus menerjemahkan itu dengan membangun jalan desa, agar menumbuhkan ekonomi setempat,” ujarnya.
Pemprov Banten, kata Andra, telah membangun sekitar 71 kilometer jalan desa dengan konstruksi beton sepanjang 2025. Pada periode yang sama, pemerintah juga membangun sekitar 407 kilometer jalan lingkungan.
Namun, pembangunan infrastruktur masih dilakukan secara bertahap karena luas wilayah dan jumlah penduduk Banten yang besar.
“Jumlah penduduknya juga banyak, hampir 13 juta. Jadi memang harus bersabar, harus pelan-pelan. Perlahan kita kerjakan,” katanya.
Andra juga meminta masyarakat tidak menggunakan jalan beton selama masa pengerjaan. Beton membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mengering agar memiliki daya tahan panjang.
“Beton itu perlu waktu untuk kering 28 hari, nggak boleh diinjak, supaya tahan berpuluh-puluh tahun,” ujarnya.
Kepala Desa Cijaralang Sa’i mengatakan warga telah lama menantikan perbaikan jalan. Salah satu ruas yang diusulkan adalah jalur Cikadu-Cengkok sepanjang sekitar 3.600 meter.
“Harapan kami semoga pada hari ini membawa mimpi kami menjadi kenyataan,” kata Sa’i.
Tokoh pemuda setempat, Mansur, mengatakan buruknya kondisi jalan telah dirasakan warga selama puluhan tahun. Saat masih bersekolah, ia dan warga lainnya harus berjalan kaki melalui jalan yang kerap membuat mereka terjatuh.
“Saya sudah berusia, genap pada tahun ini 40 tahun, dan 40 tahun seperti ini saja jalannya. Bahkan masa-masa kami sekolah pun jalan kaki sampai sering jatuh,” ujar Mansur.
Ia berharap janji pembangunan tersebut segera direalisasikan karena jalan menjadi akses penting bagi aktivitas warga Kampung Buluh.








