KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID- Sebanyak 371 atlet dari 19 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Panjat Tebing Piala Wali Kota Tangerang 2026 yang berlangsung di Venue Panjat Tebing Cipondoh, Kota Tangerang.
Kejuaraan yang digelar mulai 24 hingga 28 Juni 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, pada Kamis 25 Juni 2026.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Tangerang, Fredyanto, mengatakan kejuaraan nasional ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial yang diharapkan mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Pada event ini terdaftar 371 peserta yang memperebutkan Piala Tetap Wali Kota Tangerang dan uang pembinaan sebesar Rp305 juta,” kata Fredyanto.
Ia menjelaskan para atlet akan bersaing dalam delapan nomor pertandingan, yakni Lead Umum Putra dan Putri, Speed World Record Putra dan Putri, Lead Under 11 Putra dan Putri, serta Speed Classic Under 11 Putra dan Putri.
Menurutnya, kejuaraan tersebut diikuti atlet yang mewakili 19 Pengurus Provinsi FPTI dari berbagai daerah di Indonesia.
Fredyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan, termasuk sejumlah sponsor seperti tiket.com, Sido Muncul, dan Eiger.
“Semoga ke depannya kita dapat melahirkan atlet-atlet profesional dan potensial untuk bisa terus berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Tangerang sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional.
“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet, official, pelatih, dan tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Menurut Sachrudin, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, mental yang kuat, serta semangat pantang menyerah bagi generasi muda.
Ia menilai olahraga panjat tebing memiliki filosofi yang kuat tentang perjuangan dan kerja keras dalam mencapai tujuan.
“Setiap pijakan menuju puncak mengandung makna tentang kerja keras dan ketekunan. Setiap rintangan mengajarkan kesabaran. Dan setiap keberhasilan mengingatkan kita bahwa prestasi tidak pernah datang secara instan, melainkan lahir dari perjuangan yang sungguh-sungguh,” ujar Sachrudin.
Ia berharap melalui penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut, semakin banyak atlet muda berbakat yang lahir dan mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di berbagai ajang internasional.










