Musim Kemarau, Dinkes Kota Tangerang Minta Warga Waspadai 2 Ancaman Ini

Musim Kemarau, Dinkes Tangerang Minta Warga Waspadai 2 Ancaman Ini
Kadinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni. foto : Dony - Lensabanten

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengimbau masyarakat menjaga kesehatan selama memasuki musim kemarau. Warga diminta memperhatikan asupan cairan dan melindungi diri dari paparan cuaca panas.

Dini mengatakan masyarakat harus memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Terlebih, kondisi cuaca yang terik dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Bacaan Lainnya

“Kalau yang namanya musim kemarau pasti perlu cairan, jadi enggak boleh sampai dehidrasi. Jangan lupa banyak minum air putih,” kata Dini, saat dikonfirmasi Lensa Banten usai Peresmian RSU Makiyah Kecamatan Benda, Minggu, 9 Agustus 2026.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga diminta melindungi diri ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan topi, sunscreen, dan perlindungan lainnya diperlukan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

“Karena cuaca terik juga, jadi harus perlindungan diri lah ya, topi, kemudian sunscreen, apalah segala macam,” ujarnya.

Debu dan Polusi Bisa Picu ISPA

Dini juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Saat musim kemarau dan minim hujan, debu serta polusi lebih mudah beterbangan di udara.

“Karena tidak hujan, maka debu yang membawa bakteri, virus, dan lain-lain mudah beterbangan. Polusi dan sebagainya, jadi harus pakai masker,” jelasnya.

Menurut Dini, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat selama musim kemarau adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain penyakit menular tersebut, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga tetap perlu diperhatikan.

“ISPA. ISPA. Tapi kalau yang penyakit tidak menular mah tetap aja hipertensi, diabetes gitu,” tuturnya.

Kasus ISPA Tercatat, Data Persentase Masih Dikaji

Dini memastikan terdapat catatan kasus ISPA selama periode musim kemarau. Namun, ia belum dapat menyampaikan persentase peningkatan kasus karena masih perlu melihat data secara lebih rinci.

“Ada, ada. Catatannya ada,” katanya.

Dini menyebut berdasarkan tren yang terlihat, ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu menjadi perhatian selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan melindungi diri saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kalau berapa persennya pasti saya harus lihat data dulu. Cuma yang kita lihat trennya ya ISPA, biasanya begitu,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.