RS Makiyah Bertransformasi Jadi RSU, Layanan Kesehatan di Kota Tangerang Makin Diperluas

RS Makiyah Bertransformasi Jadi RSU, Layanan Kesehatan di Kota Tangerang Makin Diperluas
RS Makiyah Bertransformasi Jadi RSU, Layanan Kesehatan di Kota Tangerang Makin Diperluas

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Rumah Sakit Makiyah Kota Tangerang resmi bertransformasi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum (RSU). Transformasi ini dilakukan untuk memperluas layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tangerang.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terbuka terhadap investasi masyarakat maupun dunia usaha di sektor kesehatan. Investasi tersebut diharapkan dapat mendorong bertambahnya fasilitas dan pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah Kota Tangerang membuka investasi bagi masyarakat maupun dunia usaha, yang dari luar maupun dari internal Kota Tangerang itu sendiri, di mana investasi ini berkegiatan di bidang kesehatan,” kata Maryono, saat sesi doorstop kepada awak media.

Maryono mengatakan RS Makiyah telah berusia 10 tahun dan sebelumnya memberikan pelayanan khusus ibu dan anak. Kini, rumah sakit tersebut berkembang menjadi RSU dengan cakupan pelayanan yang lebih luas.

“Kita tahu bahwa Rumah Sakit Makiyah ini sudah berusia 10 tahun, berawal dari pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak berkembang menjadi Rumah Sakit Umum di Kota Tangerang,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan layanan kesehatan di RS Makiyah diharapkan semakin mendekatkan masyarakat terhadap pelayanan medis. Pemkot Tangerang juga terus mendorong kerja sama dengan rumah sakit swasta melalui program BPJS maupun cek kesehatan gratis.

“Mudah-mudahan dengan pelayanan yang bertambah ini semakin mendekatkan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan maupun medis lainnya,” tuturnya.

36 Rumah Sakit di Kota Tangerang

Maryono menyebut saat ini terdapat 36 rumah sakit di Kota Tangerang. Sementara untuk rumah sakit umum daerah milik pemerintah daerah disebut berjumlah tiga.

“Untuk rumah sakit ada 36 rumah sakit, sementara RSUD pemerintah daerah sudah ada tiga,” jelasnya.

Ia juga mendorong rumah sakit swasta untuk terus meningkatkan kapasitas pelayanan secara bertahap. Pengembangan tersebut dapat dimulai dari tipe D menuju tipe C dan seterusnya sesuai standar yang berlaku.

“Mereka berproses dari tipe D menjadi tipe C dan seterusnya, sampai nanti menjadi sebuah pelayanan rumah sakit umum yang dianggap layak untuk kebutuhan masyarakat,” kata Maryono.

Perubahan Status Rumah Sakit Ada Standarnya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menjelaskan perubahan status dari RSIA menjadi RSU membutuhkan sejumlah tahapan. Rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan kajian berdasarkan sarana prasarana dan kemampuan pelayanan.

“Perubahannya pasti berdasarkan sarana prasarana, kemampuan layanan. Kalau bed-nya bertambah sekian, itu ada standarnya,” kata Dini.

Setelah memenuhi standar, rumah sakit harus mengurus perizinan dengan melengkapi seluruh persyaratan yang telah ditentukan. Dini menyebut proses tersebut membutuhkan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia.

“Iya, ada standarnya. Kemudian nanti urus perizinannya. Semua itu ada persyaratan yang perlu dipenuhi,” ujarnya.

Menurut Dini, proses perubahan status rumah sakit tidak sulit, namun membutuhkan persiapan dari pihak pengelola. Rumah sakit harus memperluas fasilitas, menambah dokter, serta menyiapkan sumber daya manusia lainnya.

“Untuk sampai ke peningkatan tahapan, rumah sakit berusaha memperluas dulu dan menyiapkan sarana prasarananya yang lain. Belum dia harus tambah dokter dan sebagainya, SDM-nya,” jelasnya.

RS Makiyah Sudah Bekerja Sama dengan BPJS

Dini memastikan RS Makiyah telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan adanya kerja sama tersebut, masyarakat di wilayah Benda dan Batuceper dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat.

“Sudah kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jadi akses masyarakat yang di wilayah sini, Benda, Batuceper, bisa dekat ke Rumah Sakit Makiyah,” tuturnya.

Dini juga menjelaskan terkait jumlah RSUD milik pemerintah daerah di Kota Tangerang. Dari tiga RSUD, dua sudah operasional dan satu masih dalam tahap persiapan.

“Kalau pemerintah ada dua yang sudah operasional, satu menuju operasional. Yang Panongan Barat masih proses operasional, baru gedung manajemen,” katanya.

Selain rumah sakit milik pemerintah, terdapat 33 rumah sakit swasta di Kota Tangerang. Kota Tangerang juga memiliki rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan, yakni RS Sitanala, serta Rumah Sakit Daan Mogot milik TNI.

RS Makiyah Siapkan Penambahan Dokter Spesialis

Direktur RSU Makiyah, drg. Novitasari Resmi Ningsih, mengatakan transformasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Jika sebelumnya fokus pada ibu dan anak, kini RS Makiyah mulai membuka pelayanan yang lebih luas.

“Kami transformasi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Makiyah menjadi Rumah Sakit Makiyah. Kenapa kami bertransformasi, karena kami untuk memenuhi pelayanan kesehatan di masyarakat,” kata Novitasari.

Ia mengatakan rumah sakit juga akan menambah sejumlah dokter spesialis untuk mendukung perluasan layanan. Penambahan tersebut diharapkan dapat membuat pelayanan kesehatan di RS Makiyah semakin lengkap.

“Yang awalnya kami fokusnya hanya ke ibu dan anak, sekarang kami membuka pelayanan lebih luas lagi. Insya Allah nanti akan ada penambahan dokter-dokter spesialis di Rumah Sakit Makiyah ini,” ujarnya.

Saat ini, RSU Makiyah memiliki layanan spesialis ibu dan anak, bedah, penyakit dalam, serta sejumlah dokter spesialis pendukung lainnya. Ke depan, rumah sakit berencana membuka layanan spesialis mata, kulit dan kelamin, rehabilitasi medik, saraf, dan layanan lainnya.

“Untuk saat ini memang kami masih di spesialis ibu dan anak, kemudian spesialis bedah, penyakit dalam, dan juga dokter spesialis pendukung lainnya,” jelasnya.

“Tapi ke depannya kami membuka spesialis mata, mata, kulit kelamin, rehabilitasi medik, saraf, dan lain sebagainya yang mudah-mudahan nanti bisa sejalan dengan cita-cita tadi menjadi rumah sakit internasional,” sambung Novitasari.

Novitasari menambahkan pengembangan layanan akan diikuti dengan peningkatan fasilitas rumah sakit. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya RSU Makiyah menuju pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berstandar internasional.

“Nanti akan sejalan dengan peningkatan fasilitas, insya Allah seperti itu,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.