KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kemajuan pariwisata di Banten saat ini belum merata di semua wilayah, hanya beberapa tempat yang menjad perhatian publik. Gubernur terpilih mendatang harus memiliki perhatian agar Banten menjadi daya tarik wisata nasional bahkan internasional.
Dalam kontestasi pemilihan Gubernur Banten, calon Gubernur Banten Andra Soni – Dimyati memiliki gagasan progam yang disebut “Bang Soni” atau Pengembangan Infrastruktur dan Sistem Informasi Wisata.
“Sejauh ini, hanya beberapa wilayah saja yang menjadi perhatian publik dan pemerintah, sedangkan yang lain masih belum dikembangkan dengan optimal,” jelasnya dalam siaran tertulis, Kamis, 14 November 2024.
Ia mengungapkan, bahwa kendala pengembangan pariwisata di Banten adalah pengelolaan daerah wisata dan informasi wisata yang masih konvensional dan belum ter-digitalisasi.
Perlu dibangun sistem yang mampu mengintegrasikan sistem pariwisata yang ada di Provinsi Banten, sehingga masyarakat luas bisa lebih mudah mengenal dan mengetahui lokasi – lokasi wisata yang ada.
Ketua Tim Strategis Pemenangan Andra Soni-Dimyati, Arief R. Wismansyah, menilai ke depan pasangan Andra-Dimyati akan membangun sistem transportasi yang saling terintegrasi untuk memudahkan wisatawan datang dan berkunjung di Banten.
“Kita punya bandara Soekarno Hatta, di Banten juga ada jalur kereta, tinggal nanti dikomunikasikan dengan kementerian terkait untuk jalur transportasinya,” kata Arief.
Perlu juga ada penambahan jalur untuk kereta wisata dari Jakarta menuju Banten, sehingga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar daerah wisata, seperti travel hingga UMKM.
“Pak Andra akan perjuangkan jalur kereta api dan kereta wisata dari Jakarta ke Banten. Sehingga masyarakat Jakarta sekitarnya bisa berwisata ke Banten menggunakan kereta wisata dan masyarakat bisa memfasilitasi wisatawan dengan mobil atau motor rental,” tandasnya.
Seabgai informasi, provinsi Banten dengan luas wilayah 9.163 Km2 memiliki pariwisata yang tercatat hampir 344 jenis wisata alam, 231 jenis wisata buatan serta 591 jenis wisata religi, sejarah dan budaya.








