Komisi VIII DPR RI Pastikan Bantuan Sosial di Banten Tepat Sasaran

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI melakukan peninjauan ke Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten, Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan program bantuan sosial berjalan tepat sasaran di daerah.

Kunjungan tersebut disambut jajaran Pemerintah Kota Tangerang bersama Dinas Sosial. Hadir pula Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, beserta jajarannya.

Bacaan Lainnya

Agenda pertemuan diisi dengan pemaparan program dan diskusi terkait pelaksanaan bantuan sosial. Suasana berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama awak media.

Anggota DPR RI Komisi VIII Dapil III, Wahidin Halim, menyebut kunjungan ini bagian dari fungsi pengawasan DPR. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah.

“Kita kunjungan spesifik dalam rangka pengawasan terhadap program-program, kegiatan-kegiatan dari Departemen Sosial. Kita coba sinkronisasi ini dengan daerah ya, sebagai penerima bantuan-bantuan apa, sampai nggak? Itu aja intinya. Karena fungsi pengawasan dan representasional DPR RI itu yang kita jalankan,” kata WH kepada awak Jurnalis.

Terkait jenis bantuan, pihak Kementerian Sosial menyebut bantuan yang diberikan cukup beragam. Mulai dari uang tunai, alat bantu disabilitas hingga sembako.

“Ada duit, ada bantuan alat-alat, kursi roda, kaki palsu, dan sembako Pak,” ujarnya.

Wahidin juga menilai pelaksanaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kota Tangerang cukup baik sejauh ini. Data penerima dinilai sudah terakomodasi dengan baik.

“Bagus, sejauh ini bagus dari jumlah yang terakomodir di luar kuota itu bagus,” katanya.

Sementara untuk program PBI, proses validasi masih terus berjalan. Hal ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Masih berjalan, masih kita validasi berdasarkan keterangan dari Departemen Sosial,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, memaparkan total bantuan sosial yang digelontorkan. Nilainya mencapai puluhan miliar rupiah dengan beberapa program utama.

“Tadi kan memang ada bantuan PKH, ada empat item ya, empat programnya itu bantuan PKH, ada Atensi, ada permakanan dan logistik ya. Dan itu jumlah totalnya memang kurang lebih tadi di 36 miliar 111 juta 200 ribu,” kata Acep.

Ia menjelaskan penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok masyarakat. Khusus bantuan Atensi, jumlahnya mencapai ratusan warga.

“Untuk penerima memang kalau PKH sudah berjalan untuk masyarakat Kota Tangerang, namun yang untuk yang sekarang ini yang Atensi itu kurang lebih di 341 orang, itu semuanya masyarakat Kota Tangerang,” jelasnya.

Reaktivasi BPJS PBI Baru 3 Ribu

Terkait reaktivasi BPJS PBI, Pemkot Tangerang masih terus melakukan proses tersebut. Upaya ini didukung operator data di seluruh kelurahan.

“Kalau di Kota Tangerang kita masih berlanjut untuk reaktivasi, karena kita sudah menyebar petugas yaitu di 104 kelurahan operator data yang bisa dilakukan untuk pengusulan reaktivasi terkait dengan BPJS PBI kita,” papar Acep.

Acep menambahkan, puluhan ribu warga sempat dinonaktifkan dari kepesertaan PBI. Namun, baru sebagian yang mengajukan reaktivasi.

“Kalau untuk angka, jumlah yang kemarin memang kita yang dinonaktifkan itu ada 76.052 jiwa ya. Sampai saat ini kita baru berjalan kurang lebih di sekitar 3.000 masyarakat yang melakukan usulan reaktivasi,” jelas dia.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.