LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah video viral di media sosial instagram kejadian pengeroyokan anggota TNI yang diduga dilakukan oleh sekolompok orang dari dua grup musik daul dari grup darma dan grup Klampar.
Video yang di unggah oleh akun instagram infokomando.official memperlihatkan seorangg pria berbaju kuning diawal sedang berbicara dengan seseorang namun tiba-tiba lansgun di pukuli orang banyak. Namun pria berbaju kuning berbadan tegap terus berusaha mempertahankan diri.
Pria berbaju kuning yang diduga anggota TNI bernama Kopda Didit Suhendro dari Yonif Raider 500 ini terus dikejar para pelaku dengan terus dipukuli membabibuta.
Meski dikeroyok ramai-ramai, namun Kopda Didit Suhendro masih mampu berdiri dan mempertahankan diri dari pukulan bertubi-tubi para pelaku.
Kronologi kejadian
Berdasarkan keterangan dari akun instagram infokomando.official berkit kronologis kejadiannya.
Pukul 01.30 Wib Kopda Didit Suhendro pulang dari Surabaya melewati jalan RA. Abdul Aziz dan saat itu korban memarkir mobil sebentar di depan toko material jalan tersebut untuk istirahat sejenak.
Tak lama berselang datanglah dua gruop musik daul dari grup darma dan grup Klampar yang berhenti di tempat yang sama.
Ketika anggota Yonif Raider 500 tersebut ingin melanjutkan perjalanan pulang kerumahnya, mobilnya terhalang oleh kedua musik daul yang menutup akses keluar mobil dari tempat ia parkir.
Kopda Didit Suhendro pun turun dari mobil dan minta ijin ke kedua gruop musik daul tersebut untuk menggeser musik daulnya sebentar karena ia mau mengeluarkan mobil mau jalan pulang.
Dari grup Klampar sudah mengijinkan, namun sebaliknya dari pihak grup darma tidak mengijinkan karena masih akan main lagi.
Kopda Didit Suhendro pergi lagi ke grup musik daul darma dan meminta berhenti sebentar karena mau ngeluarkan mobil, dan saat itu tiba-tiba tiba salah seorang dari grup daul darma tidak terima dan menarik baju Kopda Didit Suhendro sekaligus memukulnya dan saat itu terjadilah keributan.










