Anies Baswedan Dinilai Lingkar Nusantara pada Debat Capres Kerap Offside

Advokat yang tergabung organisasi Lingkar Nusantara (Lisan) menilai, pertanyaan yang diajukan kandidat Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto lebih banyak offside.

LENSABANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melangsungkan debat ketiga untuk kandidat calon presiden pada Pilpres 2024. Debat ketiga itu dengan tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik pada 7 Januari 2024 lalu.

Terkait itu, Advokat yang tergabung organisasi Lingkar Nusantara (Lisan) menilai, pertanyaan yang diajukan kandidat Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto lebih banyak offside dari subtansi tema debat.

Bacaan Lainnya

“Saya kira lebih banyak offside mungkin Anies Baswedan yah, saya tidak mengerti dari tim perumus materi debat Anies Baswedan ini, tidak mengedepankan visi misi (perubahan) tapi lebih suka mengkritisi pak Prabowo dalam hal ini,” ujar Ketua Korwil Lingkar Nusantara  Alexander Waas dalam siaran tertulisnya, Jumat, 12 Januari 2024.

Lisan Banten mendorong KPU untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan format debat. Misalnya, moderator agar diberikan kewenangan lebih untuk menginterupsi apabila ada pasangan calon yang memberikan statement-statement diluar dari apa yang menjadi tema perdebatan itu sendiri.

“Misalkan ketika di opening statement ketika Anies Baswedan langsung menyinggung soal tanah yang dimiliki oleh Pak Prabowo, ini saja sudah suatu perbuatan yang tidak patut dan tidak etis atau tidak relevan dengan materi Debat Capres itu sendiri,” jelas Alexander.

Alexander juga tidak melihat dari kandidat capres nomor urut 1 Anies Baswedan, dan nomor 3 Ganjar Pranowo itu memberikan visi misi yang jelas tentang program dalam sektor pertahanan keamanan hubungan internasional dan geopolitik dalam debat tersebut.

Selain itu, Alexander juga menilai sudah tepat jawaban Prabowo soal umpatan pertanyaan yang dilayangkan Ganjar Pranowo soal data pertahanan Indonesia.

“Saya kira jawaban pak Parbowo sudah tepat. Ada hal yang bisa diungkap, ada pula informasi pertahanan yang nggak bisa diungkap karena sifatnya rahasia.”

“Ada pula yang hanya dibicarakan terbatas, dengan orang-orang yang memiliki kapabilitas untuk itu, kalau semua ditelanjangin didalam forum Debat Capres, yah enak banget nanti ada intelejen negara asing yang tidak suka dengan Indonesia mencuri data dan informasi dan strategi pertahanan Indonesia dengan gampangnya,” ucapnya.

Terkait pernyataan ini, dari tim pemenangan AMIN di Kota Tangerang Ketua DPC PKB Kota Tangerang Ahmad Fuady saat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat menyatakan tidak ingin berkomentar.

Lensabanten mencoba untuk minta komentar dari ketua DPD PKS Kota Tangerang Arif Wibowo namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas pernyataan Lisan.

 

BACA  JUGA  :

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.