Apindo Kota Tangerang Bicara Soal WFH di Sektor Industri

Apindo, Serikat Pekerja, dan Disnaker Komitmen Cegah Gejolak di Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Penerapan kebijakan work from home (WFH) di sektor industri dinilai belum sepenuhnya dapat diterapkan. Hal ini disebabkan karakteristik kerja industri yang berbeda dengan aparatur sipil negara (ASN) maupun sektor perkantoran.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang, Ismail, mengatakan penerapan WFH masih dalam tahap pertimbangan, khususnya untuk sektor perkantoran di lingkungan industri.

Bacaan Lainnya

“Kalau perkantoran masih kami pertimbangkan. Surat edarannya baru, jadi mekanismenya masih kami kaji,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

Ia menjelaskan, penerapan WFH di sektor industri tidak semudah di sektor lain karena sebagian besar aktivitas produksi bergantung pada operasional mesin dan kehadiran langsung pekerja di pabrik.

“Bukan tidak bisa diterapkan, tapi sistem kerja industri berbeda. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan langsung di lapangan,” katanya.

Tekanan Global Bahan Baku Alternatif

Selain itu, dunia industri juga tengah menghadapi tekanan akibat kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Dampaknya, harga bahan baku meningkat dan pasokan menjadi terbatas.

Menurut Ismail, pelaku industri kini berupaya mencari alternatif sumber bahan baku dengan harga lebih kompetitif guna menjaga keberlangsungan produksi.

“Dampaknya besar. Kami harus mencari alternatif bahan baku yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Untuk menjaga operasional tetap berjalan, industri melakukan berbagai langkah efisiensi di semua lini, termasuk menekan limbah produksi dan mengoptimalkan penggunaan bahan baku.

“Efisiensi dilakukan di semua sektor, salah satunya dengan mengurangi waste agar tidak terjadi pemborosan,” kata dia.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap keberlangsungan industri, baik di tingkat daerah maupun pusat, agar kegiatan usaha tetap berjalan di tengah ketidakpastian global.

“Perusahaan yang sudah lama beroperasi harus terus didukung agar tetap eksis dan berproduksi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra, menilai kondisi industri saat ini memang sedang menghadapi tantangan.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas iklim investasi di Kota Tangerang.

“Pemerintah dan pelaku industri harus terus berkoordinasi agar iklim investasi tetap kondusif,” katanya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.