JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – AWAL Institute menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis kepolisian dalam kericuhan pada 28 Agustus 2025 malam.
“Kami sangat marah dan mengecam keras tindakan kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil tak berdosa ini. Tragedi ini seharusnya tidak terjadi, dan menjadi alarm penting bagi profesionalisme aparat dalam menangani aksi massa,” tegas Direktur Eksekutif AWAL Institute, Alexander Waas dalam siaran tertulis, Sabtu, 30 Agustus 2025.
AWAL Institute mendukung pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyesalkan peristiwa ini dan menegaskan agar kasus diusut tuntas serta pelaku dijatuhi hukuman setimpal.
“Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang telah mengamankan tujuh oknum anggota Brimob untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.
AWAL Institute mendorong agar proses hukum dilakukan secara transparan demi tegaknya keadilan dan agar kejadian serupa tidak terulang.
Seruan Tetap Tenang dan Waspada
Alexander juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Menurutnya, jangan sampai musibah ini dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa.
“Kita harus menolak segala provokasi yang berpotensi mengadu domba rakyat Indonesia. Ada kemungkinan kericuhan ini ditunggangi skenario terselubung oleh pihak yang merasa kepentingannya terganggu dengan kebijakan pemerintah,” katanya.
Ia menegaskan, bila benar ada aktor intelektual yang mengorkestrasi kekacauan, maka masyarakat harus semakin waspada dan tidak terpedaya oleh taktik adu domba. AWAL Institute pun berharap aparat mampu bertindak terukur dan tepat sasaran.
Hati-Hati Disinformasi
AWAL Institute juga mengingatkan publik agar tidak mudah percaya dengan informasi di media sosial. Situasi tegang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan kabar bohong (hoax) yang memicu emosi massa.
“Bijaklah menyikapi berita. Saring sebelum sharing, cek kebenarannya, dan rujuk pada sumber terpercaya,” pesan Alexander.
AWAL Institute mengapresiasi seruan tokoh bangsa yang mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga persatuan, dan tidak terprovokasi.
“Musibah ini hendaknya menjadi pengingat untuk semakin mempererat solidaritas kita sebagai anak bangsa,” tutupnya.










