KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kota Tangerang menghadapi tantangan dalam penanganan sampah, dan baru-baru ini tengah mempertimbangkan penggunaan mesin insenerator buatan Korea Selatan dengan teknologi terkini untuk pemusnahan sampah di tingkat hulu.
Namun, Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
Reza Noor Subhad, staff administrasi bidang kebersihan dan pengelolaan sampah DLH Kota Tangerang, mengungkapkan bahwa saat ini telah terdapat bank sampah di beberapa wilayah kota. Dengan kesadaran untuk memilah sampah, warga dapat membuang sampah organik dan non-organik secara terpisah.
“Informasi dari DLH gencar mengenai pemilahan sampah dari sumbernya. Buanglah sampah pada tempatnya. Kami memiliki bank sampah di titik-titik kelurahan, jadi silakan berkoordinasi untuk menemukan bank sampah terdekat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Jika pemilahan sampah tidak memiliki tujuan, maka akan terasa percuma. Bank sampah menjadi alternatif untuk mengelola sampah organik dan non-organik agar bisa terpilah dengan baik.”
Sementara itu, Saefudin, Ketua Bank Sampah wilayah Barat Kota Tangerang, menekankan pentingnya gerakan sampah sebagai garda depan lingkungan. Ia menyatakan, “Setiap RT/RW harus memiliki bank sampah agar target kebersihan lingkungan tercapai.”
Di wilayah barat, terdapat sekitar 30 bank sampah di enam kecamatan. Namun, jumlah tersebut masih dinilai minim untuk mencapai efektivitas program.










