Banjir di Kota Tangerang, Terparah di Wilayah Ini

Banjir di Kota Tangerang, Terparah di Wilayah Ini
Banjir di Kota Tangerang, Terparah di Wilayah Ini

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tangerang sejak Minggu, 5 April 2025 pukul 15.30 WIB mengakibatkan genangan hingga banjir di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Ubaidillah Ansar, menjelaskan bahwa hingga pukul 21.00 WIB, tercatat sebanyak 17 titik mengalami genangan air dan banjir. Kecamatan Larangan menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan 11 titik banjir.

Bacaan Lainnya

“Di antaranya Kelurahan Larangan Selatan, tepatnya di Jalan Habib Novel, ketinggian air mencapai 60 cm dan merendam kawasan permukiman. Sementara di Kelurahan Kreo Selatan, Jalan H. Daiman, ketinggian air mencapai 60 hingga 80 cm dan sudah dievakuasi sekitar lima warga,” kata Ubaidillah.

Ia menambahkan, wilayah terparah lainnya adalah Kelurahan Cipadu Jaya, dengan banjir di Taman Cipulir Estate dan Jalan Duta Raya RW 07. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 40 hingga 120 cm, merendam jalan umum dan kawasan pemukiman.

Selain Kecamatan Larangan, wilayah lain yang terdampak antara lain Kecamatan Cibodas, Pinang, Karang Tengah, dan Ciledug. Penanganan awal telah dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah, monitoring pintu air, aktivasi pompa air, serta evakuasi warga menggunakan perahu.

“Hingga pukul 21.30 WIB, petugas BPBD masih melakukan evakuasi terhadap warga di Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan. Sebanyak 20 warga dari 54 KK di RT 05 RW 04 telah dievakuasi ke Musala Nurul Hikmah, Jalan H. Daiman, Gang H. Risin,” ujar Ubaidillah.

Meski demikian, sebagian warga memilih bertahan di rumah dengan harapan air segera surut. Petugas dan perahu tetap disiagakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk evakuasi lanjutan.

DPUPR Pastikan Seluruh Pompa Air Berfungsi

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mengerahkan lebih dari 50 petugas untuk memastikan seluruh rumah pompa di wilayah terdampak banjir, khususnya di sepanjang aliran Kali Angke, dalam kondisi aktif dan berfungsi optimal.

“Operator Tim Pompa sudah dikerahkan ke seluruh titik, terutama di wilayah pemukiman sepanjang Kali Angke. Ini untuk memastikan pompa air bekerja maksimal,” jelas Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni.

Selain itu, Tim Drainase dan Tim Sumber Daya Air (SDA) juga diturunkan untuk menyisir dan membersihkan seluruh saluran air dari sampah yang menyumbat aliran.

“Fokus utama kami saat ini adalah Kecamatan Larangan. Petugas kami menyisir rumah pompa dan membersihkan drainase dari tumpukan sampah agar air bisa cepat mengalir dan banjir segera surut,” tutupnya.

Sebagai informasi, warga dapat menghubungi layanan gawat darurat Kota Tangerang melalui call center 112, atau langsung menghubungi nomor piket BPBD di 021-5582-144 yang aktif selama 24 jam penuh.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.