KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program pelatihan Tata Boga yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang dinilai tepat sasaran karena mampu membekali masyarakat kurang mampu dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk memulai usaha kuliner.
Pelatihan yang berlangsung di SMKN 3 Kota Tangerang itu resmi ditutup pada Kamis 16 Juli 2026 setelah berlangsung selama dua pekan dalam dua gelombang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi warga kategori desil 1 hingga 5, agar memiliki sumber penghasilan tambahan.
Instruktur pelatihan Tata Boga, Ditha Cahyarani, mengatakan antusiasme peserta menjadi bukti bahwa program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya punya dua kata untuk program ini, yaitu luar biasa. Peserta yang hadir selama dua batch sangat tepat sasaran. Dari awal mereka datang dengan semangat tinggi dan mengikuti seluruh pelatihan selama dua minggu dengan antusias,” kata Ditha.
Menurut dia, materi yang diberikan tidak hanya mengajarkan cara memasak, tetapi juga dirancang agar mudah diterapkan sebagai peluang usaha rumahan.
Ia menjelaskan, Dinsos Kota Tangerang telah menyusun menu pelatihan berdasarkan kondisi peserta yang sebagian besar memiliki keterbatasan peralatan di rumah.
“Menu yang dipilih bisa dibuat dengan alat sederhana dan bahan yang mudah didapat. Hasilnya tetap mampu bersaing dengan produk yang sudah ada di pasaran. Jadi setelah pelatihan selesai, mereka bisa langsung mempraktikkan dan memulai usaha,” ujarnya.
Selama proses pelatihan, peserta juga aktif berdiskusi mengenai strategi berjualan, pengelolaan usaha hingga cara menghadapi persaingan di bidang kuliner.
“Banyak pertanyaan di luar materi. Kami memberikan berbagai tips dan trik supaya mereka lebih siap saat membuka usaha. Saya sangat yakin setelah ini mereka akan langsung action,” katanya.
Salah seorang peserta asal Kecamatan Karawaci, Yulistianawati, mengaku memperoleh banyak ilmu baru yang dapat meningkatkan kualitas produk yang selama ini dijualnya.
BACA JUGA : Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta
Ia mencontohkan teknik pembuatan sempol yang lebih praktis dan higienis dibandingkan cara yang selama ini digunakan.
“Biasanya saya membuat sempol masih manual. Di sini saya belajar menggunakan plastik sehingga lebih cepat, lebih rapi, dan lebih higienis. Banyak ilmu lain juga, seperti membuat cireng dan bakso,” ujarnya.
Yulistianawati mengatakan sebelumnya telah memiliki usaha kecil menjual bakso dan soto. Setelah mengikuti pelatihan, ia berencana menambah variasi menu, terutama cireng, karena dinilai memiliki modal yang terjangkau dan peluang keuntungan yang cukup baik.
“Saya ingin mengembangkan usaha. Cireng menarik karena pembuatannya mudah, modalnya tidak terlalu besar, tapi hasilnya lumayan,” katanya.
BACA JUGA : Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta
Ia juga berharap adanya pendampingan lanjutan, termasuk bantuan permodalan agar usaha yang sempat terhenti akibat keterbatasan modal dapat kembali berjalan.
“Kalau ada bantuan pendanaan tentu saya mau sekali. Modal itu yang kemarin membuat usaha saya sempat vakum. Kalau ada bantuan, saya ingin mengembangkan usaha lagi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan peserta asal Kecamatan Batuceper, Juwanita. Ia mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru mengenai teknik pengolahan berbagai jenis makanan.
“Harapan saya setelah ikut pelatihan ini bisa membuat usaha sendiri. Di sini diajarkan banyak teknik memasak yang berbeda-beda, jadi ilmunya sangat bermanfaat,” katanya.
BACA JUGA : Sensus Ekonomi 2026 di Tangerang, Wali Kota: Camat Harus Turun Langsung!
Menurut Juwanita, selama mengikuti pelatihan peserta mempraktikkan pembuatan berbagai produk olahan makanan, mulai dari ayam goreng, sosis solo hingga aneka menu lainnya yang memiliki peluang untuk dijadikan usaha rumahan.
Melalui pelatihan tersebut, Dinsos Kota Tangerang berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan memasak, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.









