Banjir Rendam 3 RW di Kecamatan Periuk, 108 KK Terdampak

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang, pada Senin, 29 September 2025 siang, menyebabkan banjir di Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk. Genangan air berasal dari luapan Kali Sabi yang tak mampu menampung kiriman air dari wilayah hulu.

Camat Periuk, Nanang Kosim, mengatakan banjir merendam tiga RW di kawasan Taman Cibodas dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan.

Bacaan Lainnya

“Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Sabi. Karena volume air dari hulu sangat tinggi, akhirnya meluap dan berdampak ke pemukiman. Ada 3 RW, yaitu RW 7, 8, dan 9, dengan total 10 RT dan 108 KK yang terdampak,” ujar Nanang, kepada para Jurnalis di lokasi banjir.

Ia menjelaskan, selain luapan Kali Sabi, terdapat pula rembesan air dari dinding rumah warga yang rapuh sehingga air semakin mudah masuk ke permukiman.

“Sekarang sudah ditangani oleh Dinas PUPR dengan pembuatan kisdam untuk mengurangi masuknya air ke pemukiman,” jelasnya.

Terkait penanganan warga, pihak kecamatan telah menyiapkan posko darurat di RW 9, Taman Cibodas. Namun, mayoritas warga lebih memilih mengungsi ke rumah tetangga atau saudara yang memiliki bangunan bertingkat.

“Untuk posko sudah kami siapkan, tapi kebanyakan warga mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi atau ke saudara di perumahan sekitar. Jadi mereka lebih memilih itu,” kata Nanang.

Berdasarkan laporan, banjir dengan ketinggian air 60 hingga 75 sentimeter itu terjadi sekitar pukul 13.00–14.00 WIB setelah hujan deras dan kiriman air dari hulu.

“Kalau tidak ada hujan lagi, biasanya antara tiga sampai lima jam sudah surut,” terang Nanang.

Dalam penanganannya, Pemerintah Kecamatan Periuk dibantu oleh personel gabungan dari BPBD Kota Tangerang, petugas ketertiban kecamatan, pegawai kelurahan, serta Dinas PUPR.

“Dari BPBD ada sekitar 15 personel, dari Trantib Kecamatan 10 orang, ditambah pegawai kelurahan dan kecamatan 7 orang. Dari PUPR sekitar 20 personel khusus untuk kisdam. Selain itu, disiapkan juga 2 perahu untuk kebutuhan mobilitas warga,” paparnya.

Nanang berharap kondisi banjir segera mereda sehingga aktivitas warga bisa kembali berjalan normal tanpa adanya potensi banjir susulan.

“Mudah-mudahan tidak ada kiriman lagi dari hulu dan hujan bisa reda, sehingga dengan bantuan pompa air banjir bisa cepat surut dan kondisi kembali normal,” pungkasnya.

Sebagai langkah ke depan, pemerintah kecamatan berkomitmen terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisasi risiko banjir serupa, sekaligus memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang diperlukan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.