Banten Menuju Pendidikan Gratis, Praktisi : Wajib Belajar Harus Bisa 16 Tahun

Banten Menuju Pendidikan Gratis, Praktisi : Wajib Belajar Harus Bisa 16 Tahun
Untuk mengulas lebih dalam soal itu, melalui acara Kopdar Gen Z dan Millenial menggelar diskusi bertajuk "Banten Menuju Pendidikan Gratis: Tantangan, Peluang dan Realisasi"

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Berbagai praktisi dan pakar mengemukakan pentingnya perhatian pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai fondasi membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan, khususnya di provinsi Banten.

Untuk mengulas lebih dalam soal itu, melalui acara Kopdar Gen Z dan Millenial menggelar diskusi bertajuk “Banten Menuju Pendidikan Gratis: Tantangan, Peluang dan Realisasi” yang diinisiasi oleh Gen Banten di sebuah resto dan kopi di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Gunawan Raharjo, seorang praktisi komunikasi, menyoroti tiga faktor krusial yang saling berkaitan dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Gunawan menekankan bahwa tanpa pendidikan yang memadai, tidak mungkin membangun ekonomi yang kuat.

“Saya usulkan wajib belajar 16 tahun. Saat ini, wajib belajar 12 tahun masih kurang maksimal, mengingat angka pengangguran yang masih tinggi,” ujar Gunawan, Selasa, 16 Juli 2024.

Menurutnya, perpanjangan masa pendidikan akan membantu menciptakan SDM yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global. “Dari segi APBD pun ini saya kira sudah bisa,” tambahnya, mengisyaratkan kesiapan anggaran untuk mendukung program ini.

Banten Menuju Pendidikan Gratis, Praktisi : Wajib Belajar Harus Bisa 16 Tahun
Untuk mengulas lebih dalam soal itu, melalui acara Kopdar Gen Z dan Millenial menggelar diskusi bertajuk “Banten Menuju Pendidikan Gratis: Tantangan, Peluang dan Realisasi”

Pakar kesehatan, Ratna Jumila, menegaskan bahwa perhatian pada kesehatan sangat penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Banten ini mau dibawa ke mana jika kesehatan tidak diperhatikan?” ujarnya. Ratna menekankan bahwa tanpa kesehatan yang baik, sulit membentuk SDM yang berkualitas.

Dengan perbaikan sistem kesehatan, diharapkan Indonesia bisa mencapai target SDM unggul pada tahun 2045.

Ari Martua, praktisi pendidikan dan konsultan IT, menambahkan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang pintar, namun sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi harus diperkuat.

“Pendidikan dan kesehatan yang baik akan menciptakan SDM yang mampu berkontribusi optimal terhadap ekonomi negara,” jelas Ari.

Ketiga pakar ini sepakat bahwa sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sangat penting untuk membentuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. Mereka berharap pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.