KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kota Tangerang mulai di guyur hujan sejak awal tahun baru 2024. Sejumlah wilayah bahkan sempat terendam air atau banjir.
Namun hal penting selain antisipasi banjir, warga juga diingatkan untuk mewaspadai munculnya hewan ular karena musim ini merupakan siklus untuk ular jenis kobra bertelur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Maryono Hasan, menuturkan banyak masyarakat yang telah melaporkan adanya temuan ular yang memasuki pekarangan rumah mereka.
Tercatat dalam sebulan, BPBD telah menerima sebanyak 17 laporan warga adanya kemunculan ular di pekarangan rumah mereka. Bagi Anda menemukan kasus ular atau hewan berbahaya lainnya bisa menghubungi emergency call center di 112 atau nomor piket 24 jam BPBD di 021-5582144.
“Ini sangat wajar terjadi di musim penghujan, karena dengan volume air yang meningkat, baik di tanah maupun di permukaan. Sehingga hewan tanah seperti ular atau cacing tanah akan keluar, karena tempat mereka tinggal terisi air,” tutur Maryono, Senin, 8 Januari 2024.
Tips Rumah Tidak Kemasukan Ular
Ia pun mengatakan ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan agar ular tidak masuk ke rumah.
Seperti menjaga rumah dalam keadaan bersih, hindari tumpukan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat tinggal ular, serta sering-sering membuang sampah agar tidak memicu datangnya tikus yang merupakan makanan ular.
“Pastikan sinar matahari masuk ke rumah, ventilasi ruangan bagus, sirkulasi ada sehingga tidak ada kelembaban. Tidak perlu menabur garam, karena garam tidak akan efektif. Jika ternyata di rumah ditemukan ular jangan panik, tetap waspada dan laporkan ke tim BPBD untuk mengevakuasi secara aman,” katanya.

Masuk Musim Penghujan, BPBD Siaga Bencana Alam 24 Jam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan personil dan peralatan, sebagai upaya cepat tanggap dalan penanganan bencana alam yang kerap terjadi di musim penghujan, salah satunya adalah banjir.
Kepala BPBD, Maryono Hasan mengatakan bahwa BPBD Kota Tangerang memiliki personil sebanyak 284 orang yang disiagakan selama 24 jam.
Selain itu, BPBD juga memiliki peralatan pendukung di lapangan dalam menangani banjir di antaranya perahu alumunium sebanyak 16 unit, perahu LCR dua unit, perahu karet rafting tujuh unit, perahu fiber kecil empat unit, perahu fiber besar tiga unit, alat pemotong pohon atau chainsaw 15 unit, genset tiga unit, tenda posko 4×6 dua unit, pompa portabel dua unit, pompa ampung enam unit, dan motor tempel 15 unit
“Personil-personil yang berada di UPT kami juga termasuk yang siaga 24 jam di wilayah. Sehingga, kami dapat segera melakukan berbagai tindakan yang memang dibutuhkan di lapangan. Dengan perlatan dan personil yang dimiliki, kami tentu terus berusaha semaksimal mungkin untuk merespon dan menindaklanjuti berbagai peristiwa kegawatdaruratan di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Maryono mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk terus waspada dengan kondisi cuaca saat ini.









