Ribuan Buruh Banten Tak ke Monas, Pilih Kepung DPR RI di May Day 2026

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Ribuan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Banten bersama aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) memilih tidak mengikuti peringatan May Day di Monas. Mereka justru bergerak menuju Gedung DPR RI di Senayan untuk menyuarakan tuntutan secara langsung.

Sekitar 3.000 buruh dari berbagai wilayah seperti Tangerang Raya, Kabupaten Serang, hingga Cilegon ikut dalam aksi ini. Mereka turun ke jalan membawa aspirasi terkait kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

“Ribuan buruh dari Tangerang Raya, serta Kabupaten Serang sampai Cilegon siang ini berangkat ke Gedung DPR untuk menggelar aksi May Day,” ujar Maman saat diwawancarai.

Sejak pagi hari, massa buruh mulai berkumpul di titik keberangkatan. Mereka datang menggunakan bus yang telah disiapkan oleh masing-masing kelompok wilayah.

Titik kumpul berada di Jalan Daan Mogot KM 23, tepatnya di kolong tol Kunciran–Bandara Soekarno-Hatta, Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Dari lokasi tersebut, mereka bersiap untuk berangkat bersama menuju Jakarta.

Sekitar pukul 10.50 WIB, rombongan buruh mulai bergerak secara beriringan. Keberangkatan dilakukan setelah seluruh peserta dari berbagai daerah di Banten telah berkumpul.

Rombongan terdiri dari 20 bus besar, puluhan mobil pribadi, serta konvoi sepeda motor. Di bagian depan, sebuah mobil bak terbuka memimpin perjalanan dengan orasi yang membakar semangat para buruh.

Sepanjang perjalanan, para buruh membawa bendera dari berbagai serikat yang tergabung. Hal ini menunjukkan kekompakan antar kelompok dalam satu aksi bersama.

Pengawalan ketat dari aparat kepolisian terlihat selama perjalanan menuju Jakarta. Kendaraan patroli dan motor polisi dari Polres Metro Tangerang Kota mengawal di bagian depan dan belakang rombongan.

Setibanya di DPR RI, para buruh akan menyampaikan tuntutan terkait regulasi ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada mereka. Mereka berharap ada perubahan nyata dari pemerintah.

Aksi ini juga melibatkan buruh dari wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Jumlah massa secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 10.000 orang.

“Kami menginginkan kenaikan upah yang layak dan adil bagi kaum buruh, serta menolak adanya pengurangan pesangon buruh saat di PHK dan gaji yang sangat kecil,” jelasnya.

Para buruh menegaskan sikap dengan tidak ikut perayaan May Day bersama pemerintah. Mereka memilih turun ke jalan sebagai bentuk penagihan janji kampanye terkait nasib buruh.

Sejumlah kebijakan ketenagakerjaan menjadi sorotan, seperti sistem outsourcing, kerja kontrak, hingga kerja harian lepas. Mereka menilai aturan tersebut masih merugikan pekerja.

Selain itu, isu PHK tanpa pesangon juga menjadi perhatian serius dalam aksi ini. Para buruh menilai regulasi yang ada belum memberikan perlindungan yang adil.

“KASBI menuntut perbaikan sistem upah dengan menghapus disparitas dan menerapkan upah layak nasional yang adil serta bermartabat bagi seluruh pekerja,” kata dia.

Aksi May Day 2026 ini menjadi momentum bagi buruh untuk menyuarakan tuntutan mereka secara langsung ke DPR RI. Dengan jumlah massa yang besar, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.