Iga Bledoos Cipondoh: Strategi Kuliner “Kekinian” yang Tembus Ekspektasi Pasar

Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kota Tangerang, Linda Setyaningsih berhasil menemukan celah pasar yang menggiurkan melalui jenama Iga Bledoos.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kota Tangerang, Linda Setyaningsih berhasil menemukan celah pasar yang menggiurkan melalui nama Iga Bledoos. Berawal dari ide sang anak untuk menciptakan menu yang relevan dengan selera anak muda, usaha yang berlokasi di daerah Cipondoh ini kini menjadi destinasi favorit bagi pemburu kuliner pedas.

Linda mengungkapkan bahwa lahirnya Iga Bledoos didasari oleh pengamatannya terhadap minimnya variasi olahan daging yang “kekinian” di lingkungannya. Jika biasanya daging hanya diolah menjadi sate atau sop konvensional, ia memilih untuk fokus pada menu serba iga dengan sentuhan rasa pedas yang tajam.

Bacaan Lainnya

“Anak saya bilang, cari yang kekinian Mah, yang disukai anak muda itu yang pedas-pedas,” ujar Linda saat menjelaskan asal-usul bisnisnya, baru-baru ini.

Beberapa menu unggulan yang ditawarkan antara lain:

  • Iga Kuku Bima: Menu best seller berupa iga berukuran besar yang cocok disantap bersama (sharing portion).
  • Iga Bledos: Iga bakar yang disiram dengan tumisan cabai melimpah saat masih panas.
  • Varian Lain: Iga Sambel Ijo, Iga Ranjau, Iga Hotplate, hingga Sop Unyil yang dibanderol hanya Rp10.000.

Kualitas Bintang Lima, Harga Kaki Lima

Meski mengusung konsep warung kaki lima, Linda berkomitmen menyajikan kualitas rasa yang bersaing dengan restoran kelas atas. Untuk menu andalan seperti Iga Kuku Bima, harga yang dipatok berkisar di angka Rp120.000. Strategi ini terbukti ampuh menarik minat pelanggan, mulai dari kalangan anak muda yang penasaran hingga orang tua yang mencari alternatif hidangan selain sate.

“Kita kaki lima, tapi rasanya bintang lima,” tegasnya.

Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kota Tangerang, Linda Setyaningsih berhasil menemukan celah pasar yang menggiurkan melalui jenama Iga Bledoos.

Performa Bisnis dan Rencana Ekspansi

Memasuki tahun kedua operasionalnya, Iga Bledoos menunjukkan performa finansial yang sangat positif. Linda mengaku bahwa omzet yang diraup saat ini telah melampaui ekspektasi awal saat ia pertama kali merintis usaha tersebut.

Saat ini, gerai Iga Bledoos yang buka dari pukul 10.00 hingga 23.00 WIB mampu menampung sekitar 80 pelanggan. Namun, keterbatasan lahan parkir dan fasilitas pendingin ruangan (AC) menjadi catatan tersendiri bagi Linda untuk rencana jangka panjang.

Melihat potensi pasar yang masih luas di Kota Tangerang, Linda pun mulai menimbang langkah strategis untuk melakukan ekspansi.

“Kayaknya saya mau mencoba buka cabang agar parkirnya lebih luas dan ada AC-nya, supaya konsumen lebih nyaman,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.