KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sepertinya, itulah peribahasa yang cocok menggambarkan kisah Noni Osselani (32). Ibu Rumah Tangga asal Kota Tangerang itu hanya bisa menerima kenyataan.
Ia harus melahirkan anak ketiganya meskipun belum cukup umur. Sang buah hati lahir prematur pada usia kehamilan 25 minggu dengan berat badan 800 gram. Bayinya tergolong Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Perjalanan Noni menuju persalinannya ini dimulai pada tanggal 11 Oktober lalu. Kala itu, ia memeriksakan diri di fasilitas kesehatan tempatnya terdaftar. Pada saat pemeriksaan, tensinya terbilang cukup tinggi yang membuat petugas memberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.
Noni sudah berniat untuk segera memeriksakan dirinya ke rumah sakit, namun terpaksa ditunda karena ia mengalami flek. Dengan kondisinya, dokter Puskesmas menyarankan agar Noni melakukan bed rest di rumah.
“Awalnya saya mau pemeriksaan rutin saja seperti biasanya. Apalagi belakangan ini kaki saya bengkak, daripada menerka-nerka lebih baik saya langsung ke klinik supaya hasilnya lebih pasti. Ternyata saat pemeriksaan tensi, tekanan darah saya cukup tinggi dan diharuskan pemeriksaan lebih intensif ke dokter kandungan. Niatnya, mau segera ke rumah sakit. Ternyata sampai rumah harus istirahat total karena ada flek,” tutur Noni.
Seminggu menjalani bed rest, Noni mulai merasakan kontraksi yang cukup hebat. Rasa sakit yang Noni rasakan sama seperti saat akan melahirkan anak keduanya. Akhirnya, Noni harus segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sari Asih Karawaci. Noni dinyatakan sudah dalam keadaan pembukaan lengkap.
Meskipun dokter berusaha keras untuk mempertahankan kehamilan, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kelahiran sang bayi.
“Begitu perut saya terasa mulas dan sakitnya semakin intens, saya yakin waktu persalinan sudah tiba. Ternyata benar, setiba di rumah sakit diinformasikan saya harus segera melahirkan. Bayi perempuan kami harus lahir sebelum waktunya, berat badannya 800 gram. Sebenarnya untuk usia kandungan 25 minggu itu masih normal, tapi karena sudah lahir bayi kami dinyatakan BBLR. Saat ini, si kecil masih dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RS Sari Asih Karawaci,” katan Noni saat ditemui di rumahnya, Senin (21/10).
Noni sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah kondisinya dinyatakan membaik. Namun, bayinya masih harus dirawat di rumah sakit. Noni melanjutkan bahwa kelahiran bayi perempuannya yang prematur membuat sang bayi harus dimasukkan ke dalam Inkubator dan mendapatkan perawatan intensif.
Kini sudah dua minggu sang bayi menjalanI perawatan di NICU. Menariknya, Noni menceritakan bahwa saat melahirkan hingga perawatan bayinya menggunakan Program JKN dan tidak mengalami kendala dalam pelayanan.
“Yang membuat saya bersyukur adalah saya tidak perlu khawatir mengenai biaya karena semua ditanggung oleh program JKN. Program JKN benar-benar membantu kami dalam situasi sulit ini. Tanpa program ini, mungkin kami akan kesulitan membiayai perawatan intensif untuk bayi kami. Saya tidak membayangkan seberapa besar biaya yang akan kami keluarkan jika tidak ada program ini. Sekarang yang saya harapkan hanyalah si kecil bisa segera sehat dan pulang ke rumah,” ungkap Noni penuh harapan.
Walaupun harus meninggalkan bayinya di rumah sakit, Noni tetap yakin dan percaya bahwa putrinya akan mendapatkan perawatan terbaik.
Ia mengajak semua orang untuk mendoakan sang bayi agar bisa segera berkumpul dengan keluarga di rumah. Keberadaan Program JKN, menjadi salah satu faktor penting yang memberikan rasa aman bagi Noni dan keluarga di tengah tantangan yang dihadapi.
Kisah Noni merupakan pengingat bagi kita akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan.
“Setiap orang wajib untuk memiliki jaminan kesehatan, supaya dalam keadaan genting kita tak perlu khawatir dan resah dengan biaya kesehatan yang melambung tinggi. Salah satu yang paling mudah dan terjangkau ya Program JKN. Pemerintah mewajibkan kita menjadi peserta JKN, tentu ada manfaatnya. Contohnya seperti yang saya alami sekarang. Saat akan bersalin kepesertaan saya aktif, kartu JKN-nya bisa langsung dipakai, anak saya juga bisa segera didaftarkan dan langsung dimanfaatkan kepesertaannya. Saya berharap ibu-ibu di luar sana lebih sadar akan pentingnya program JKN bagi kehidupan kita,” tutupnya.










