Berawal dari Sambal Botol, Nyambel Banget Kini Jadi Buruan Pekerja Industri di Tangerang

Berawal dari Sambal Botol, Nyambel Banget Kini Jadi Buruan Pekerja Industri di Tangerang
Suasana ramai pengunjung di rumah makan Nyambel Banget

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Rumah makan khas Sunda “Nyambel Banget” di kawasan Jatake, Kota Tangerang, berhasil menarik perhatian pekerja industri dan pelanggan daring sejak berdiri pada November 2025.

Pendiri Nyambel Banget, Erza Devarindra Setiawan, mengatakan usaha kuliner tersebut berawal dari bisnis sambal botol siap saji yang ia jalankan semasa kuliah.

Bacaan Lainnya

“Awalnya saya punya usaha sambal botol siap saji dengan nama Nyambel Banget. Waktu kuliah saya juga meneliti usaha sendiri, lalu dari situ akhirnya saya ingin membuka rumah makan ini sebagai bagian dari penelitian saya,” kata Erza saat ditemui di rumah makan Nyambel Banget, Jatake, Kota Tangerang, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut dia, konsep rumah makan yang mengusung cita rasa khas Sunda sengaja dipilih untuk menghadirkan alternatif di tengah dominasi rumah makan Padang di kawasan industri tersebut.

Menu yang ditawarkan antara lain nasi ayam bakar, nasi nila goreng, sayur asem, ikan asin, hingga paket makan bersama untuk delapan sampai 20 orang. Harga makanan dibanderol mulai Rp15 ribu hingga Rp35 ribu untuk menu sop iga yang menjadi menu terlaris.

Sop iga nyambel banget
Sop Iga

“Yang paling banyak dicari itu sop iga. Untuk pelanggan sendiri mayoritas pekerja kantor di sekitar kawasan industri sini,” ujarnya.

Erza menjelaskan jam makan siang menjadi waktu paling ramai, terutama pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Saat ini rumah makan tersebut mempekerjakan empat karyawan dengan operasional mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB.

Dalam strategi pemasaran, Nyambel Banget mengandalkan media digital dan layanan pesan antar daring seperti GoFood serta promosi melalui media sosial TikTok dan Instagram.

“Kita sekarang harus jemput pelanggan lewat digital. Jadi bukan nunggu orang datang, tapi kita kasih tahu dulu soal makanan kita lewat media sosial dan marketplace,” katanya.

Ia menyebut pesanan daring justru mendominasi penjualan, terutama untuk kebutuhan acara kantor, pesanan boks, hingga permintaan dari pabrik di sekitar kawasan industri.

Keramaian pengunjung di rumah makan Nyambel Banget
Berawal dari Sambal Botol, Nyambel Banget Kini Jadi Buruan Pekerja Industri di Tangerang

“Kalau dibanding makan di tempat, lebih banyak pesanan online. Banyak juga pesanan untuk acara dan catering pabrik,” ujarnya.

Menurut Erza, omzet usaha tersebut sempat mencapai sekitar Rp80 juta per bulan saat momentum Ramadhan, sedangkan pada bulan biasa rata-rata berkisar Rp50 juta per bulan.

Selain menyediakan area makan berkapasitas sekitar 60 orang, rumah makan itu juga dilengkapi fasilitas parkir, musala, dan toilet untuk menunjang kenyamanan pelanggan.

Ia menilai keberadaan lahan parkir menjadi nilai tambah di kawasan Jatake yang padat lalu lintas.

Pendiri rumah makan Nyambel Banget
Pendiri Nyambel Banget, Erza Devarindra Setiawan,

“Cari parkir di daerah sini susah, jadi lahan parkir jadi nilai plus buat pelanggan,” katanya.

Meski berada di dekat sejumlah tempat makan besar, termasuk gerai mi populer, Erza mengaku tidak melihatnya sebagai persaingan langsung.

“Segmennya beda. Mereka punya pasar sendiri, kita juga punya ciri khas makanan Sunda. Jadi lebih saling melengkapi,” ujar dia.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.