Berkenalan dengan Balikpapan, Kota Penyangga IKN yang Makin Sibuk

Berkenalan dengan Balikpapan, Kota Penyangga IKN yang Makin Sibuk
Berkenalan dengan Balikpapan, Kota Penyangga IKN yang Makin Sibuk. foto : DS

KALTIM, LENSABANTEN.CO.ID — Rencana perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang letaknya secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (KuKar) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membawa dampak yang cukup signifikan ke kota-kota sekitarnya.

Salah satunya adalah Balikpapan yang bisa dikatakan adalah gerbang masuk ke Kalimantan Timur. Selain wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kukar dan PPU, Balikpapan juga memiliki berbagai sumber daya yang potensial.

Bacaan Lainnya

Pada semester I tahun 2024, penduduk Balikpapan tercatat sebanyak 746.804 jiwa yang multi etnis.  Selain suku dayak dan banjar sebagai suku-suku asli tanah Kalimantan, banyak pula penduduk yang berasal dari suku jawa, bugis dan lainnya.

Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 503,3 kilometer persegi dengan kontur tanah yang berbukit-bukit dan beberapa area pesisir. Wilayah lautnya berbatasan langsung dengan Selat Makassar. Oleh karena keadaan alamnya, Balikpapan punya banyak pilihan wisata alam, dari hutan sampai pantai.

Berkenalan dengan Balikpapan, Kota Penyangga IKN yang Makin Sibuk
Berkenalan dengan Balikpapan, Kota Penyangga IKN yang Makin Sibuk. foto : DS

Akses menuju ke Balikpapan dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kendaraan roda 4. Selain jalur darat dapat juga dicapai melalui jalur laut dan udara dengan Pelabuhan Semayang dan Bandara Internasional SAMS Sepinggan sebagai gerbang masuknya.

Perkembangan kota ini juga tak akan lepas dari sejarah penemuan sumber minyak dan pengeboran perdana  Sumur Mathilda pada 10 Februari 1897 di kaki gunung Komendur di sisi timur Teluk Balikpapan.

Tanggal tersebutlah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan. Dari penemuan sumber minyak yang semakin bertambah itu mendatangkan semakin banyak pendatang  seperti dari Cina, juga para pekerja pengeboran yang kebanyakan berasal dari Jawa dan daerah lainnya seperti India.

Sejalan dengan waktu, perkembangan industri minyaklah yang menjadikan Balikpapan kota indutri yang kemudian berjuluk Kota Minyak. Namun saat ini tidak lagi jadi Kota Minyak berorientasi pada pengeboran, tapi lebih berfokus pada jasa pengolahan minyak mentah yang berasal dari daerah sekitar Balikpapan bahkan juga yang diimpor dari luar negeri.

Hal itulah yang membuat berbagai fasilitas industri terus ditingkatkan demi menaikkan kapasitas pengolahan minyak dan menjadikan kilang Balikpapan menjadi yang terbesar di Indonesia.

Proses perluasan area kilang minyak mulai digarap sejak 2016  dan diperkirakan akan selesai pada 2025. Dalam kurun waktu tersebut puluhan ribu pekerja dari dalam maupun luar negeri dikerahkan untuk menyelesaikan proyek dan tentu saja secara signifikan menambah populasi penghuni Kota Balikpapan.

Berkenalan dengan Balikpapan, Kota Penyangga IKN yang Makin Sibuk

Seiring akan berakhirnya proyek kilang, para pekerja mulai kembali ke daerah asal mereka. Tapi hal itu tak lantas menjadikan Balikpapan kota yang lengang.  Dengan berlangsungnya pembangunan di wilayah IKN, Balikpapan jadi kota yang kian sibuk. Sibuk berbenah, membangun dan mengembangkan  berbagai sektor, menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara.  (Berbagai sumber)

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.