BNN Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan di Tangerang

BNN Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan di Tangerang. foto : ist

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap keberadaan pabrik narkotika rumahan yang memproduksi tembakau sintetis di sebuah perumahan di wilayah Tangerang, Banten, pada Jumat, 9 Januari 2026. Pabrik ilegal tersebut diketahui telah menjalankan aktivitas produksinya selama kurang lebih dua bulan.

Penggerebekan dilakukan setelah BNN melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya menemukan rumah yang difungsikan sebagai tempat produksi narkotika. Dari hasil pengungkapan, petugas mendapati adanya laboratorium tersembunyi yang digunakan untuk memproduksi narkotika Golongan I.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi tembakau sintetis selama kurang lebih dua bulan,” ujar Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, BNN RI mengamankan tiga orang yang diduga terlibat langsung dalam jaringan produksi narkotika. Ketiganya memiliki peran berbeda mulai dari peracik, penguji, hingga kurir distribusi.

ZD ditetapkan sebagai pelaku utama yang bertugas meracik narkotika, sementara FH berperan menguji hasil produksi sebelum diedarkan. Adapun Fir diketahui menjalankan peran sebagai kurir untuk mendistribusikan tembakau sintetis tersebut.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penggerebekan yang berkaitan dengan produksi narkotika. Barang bukti tersebut terdiri dari narkotika siap edar, bahan baku, serta peralatan laboratorium.

“Barang bukti yang disita antara lain 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, dan MDMB Inaca (sisa residu). Selain itu, tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika,” kata Aldrin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku memperoleh bahan kimia serta peralatan laboratorium dengan cara membeli secara daring. Saat ini, BNN masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.