KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) buka suara terkait polemik yang tengah berkembang di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Melalui pernyataan sikap yang disampaikan kepada publik, mereka meminta pihak kampus segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Aliansi Mahasiswa UNPAM mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi. Mereka menilai permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan dampak yang lebih luas.
Soroti Dugaan Kesewenang-wenangan
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa UNPAM mengecam segala bentuk tindakan yang dianggap sebagai kesewenang-wenangan. Sorotan itu ditujukan kepada pihak FEB, khususnya terkait mahasiswa Manajemen yang disebut terindikasi diorganisir oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM).
Mereka juga menyinggung adanya persoalan yang berkaitan dengan klaim Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB dalam forum aliansi BEM Bersatu. Menurut mereka, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak kampus.
Dinilai Berdampak pada Citra Kampus
Aliansi Mahasiswa UNPAM menilai polemik tersebut telah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan akademik. Selain memicu kegaduhan internal, kejadian itu juga dianggap berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap organisasi mahasiswa.
Mereka menegaskan bahwa marwah gerakan mahasiswa harus tetap dijaga. Sebab, organisasi kemahasiswaan dibentuk sebagai wadah perjuangan dan penyampaian aspirasi mahasiswa.
“Tindakan ini memberikan dampak negatif yang sangat besar, menurunkan citra kampus, menghilangkan kepercayaan, dan mencederai nilai serta marwah sebuah gerakan,” tulis Aliansi Mahasiswa UNPAM di akun resminya pada Rabu, 17 Juni 2026.
Sampaikan Tiga Tuntutan
Melalui pernyataan tersebut, Aliansi Mahasiswa UNPAM menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak kampus. Tuntutan pertama adalah meminta investigasi menyeluruh terhadap seluruh permasalahan yang terjadi.
Mereka berharap proses pengusutan dilakukan hingga ke akar persoalan. Langkah itu dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Mengusut tuntas segala bentuk permasalahan dari akar yang paling dalam agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tulis mereka.
Tuntutan kedua adalah pemberian sanksi tegas kepada pihak yang terbukti terlibat. Menurut mereka, penegakan aturan harus dilakukan sesuai kode etik dan peraturan rektor yang berlaku.
“Memberikan sanksi berat kepada pihak yang terlibat sesuai kode etik dan peraturan rektor yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.
Minta Klarifikasi Resmi
Selain investigasi dan sanksi, Aliansi Mahasiswa UNPAM juga meminta kampus memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Klarifikasi itu diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di kalangan mahasiswa.
Mereka meminta penyampaian informasi dilakukan melalui akun media sosial resmi kampus. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk pemulihan nama baik institusi.
“Memberikan statement dan klarifikasi menggunakan akun media sosial official sebagai bentuk pemulihan nama baik,” demikian isi tuntutan tersebut.
Beri Tenggat Waktu 2×24 Jam
Aliansi Mahasiswa UNPAM memberikan waktu selama 2×24 jam kepada pihak kampus untuk menyelesaikan persoalan yang mereka soroti. Mereka berharap dalam batas waktu tersebut sudah ada respons dan langkah nyata dari pihak universitas.
Apabila tuntutan tersebut tidak dihiraukan, Aliansi Mahasiswa UNPAM menegaskan akan mengambil langkah lanjutan. Sikap itu disampaikan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam mengawal persoalan yang sedang terjadi.
“Kami memberikan waktu 2×24 jam kepada pihak kampus untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apabila himbauan ini tidak dihiraukan, maka kami akan menyelesaikan permasalahan ini sendiri,” tegas Aliansi Mahasiswa UNPAM.
Hingga pernyataan sikap tersebut beredar, belum ada tanggapan resmi dari pihak UNPAM terkait tuntutan yang disampaikan. Perkembangan persoalan ini masih menjadi perhatian berbagai pihak di lingkungan kampus.










