Dari Pintu ke Pintu hingga Punya Merek Sendiri, Kisah Elviana Mengembangkan Parfum BUCH

Dari Pintu ke Pintu hingga Punya Merek Sendiri, Kisah Elviana Mengembangkan Parfum BUCH
Elviana Rosanti (31) awalnya menjual parfum dari pintu ke pintu sejak duduk di bangku sekolah SMA kelas 2. Persisnya dia memulai menjual parfum di tahun 2012 silam.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Berawal dari menjual parfum dari pintu ke pintu saat masih duduk di bangku SMA, Elviana Rosanti kini berhasil membangun merek parfum lokal bernama BUCH yang mulai dikenal konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Perempuan berusia 31 tahun itu mengawali usahanya dengan menjual parfum custom pada 2012. Berkat dorongan orang tua dan keinginannya memiliki ponsel sendiri, ia mulai memperluas pemasaran dengan menawarkan produk parfum ke berbagai kantor pemerintahan di Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan dan pengalaman pahit manis dalam berwirausaha telah dilaluinya. Namun, kegigihan tersebut membuahkan hasil hingga kini ia memiliki brand parfum sendiri, BUCH dengan sejumlah varian produk.

Ditemui di kediamannya di kawasan Peninggilan, Ciledug, Kota Tangerang, Elviana mengatakan BUCH hadir dengan konsep parfum bernuansa natural yang terinspirasi dari alam.

“Saya ingin membuat parfum yang natural dengan kemasan bernuansa kayu dan karakter aroma yang segar. Saat digunakan di alam terbuka, sensasinya terasa sangat cocok,” kata Elviana, Kamis 11 Juni 2026.

Saat ini BUCH memiliki lima varian parfum, yakni Kayu, Vibe, Mine, Rose, dan Lurik yang menjadi produk terbarunya. Varian Lurik dikembangkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan identitas kota-kota di Indonesia.

Dari Pintu ke Pintu hingga Punya Merek Sendiri, Kisah Elviana Mengembangkan Parfum BUCH
Dari Pintu ke Pintu hingga Punya Merek Sendiri, Kisah Elviana Mengembangkan Parfum BUCH

Menurut Elviana, masing-masing varian memiliki karakter aroma yang berbeda. Varian Kayu yang menjadi produk terlaris menawarkan perpaduan aroma woody, fruity, dan warm spicy yang memberikan kesan segar dengan sentuhan kayu yang khas.

Sementara itu, Vibe ditujukan bagi penyuka aroma manis. Varian Mine menghadirkan kesan maskulin dengan sentuhan aroma kakao yang tetap nyaman digunakan perempuan. Rose menawarkan perpaduan white floral dan citrus yang segar, sedangkan Lactonic menghadirkan kombinasi aroma vanila dan powdery yang dapat digunakan baik oleh pria maupun wanita.

Produk parfum BUCH dipasarkan dengan harga mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per botol.

Dalam strategi pemasaran, Elviana mengaku masih fokus memanfaatkan platform digital serta mengikuti berbagai pameran dan bazar di sejumlah daerah.

“Kami masih fokus di online dan pameran atau bazar. Karena cukup sering mengikuti bazar di luar kota, konsumen kami banyak berasal dari daerah seperti Bali, Labuan Bajo, dan Surabaya,” ujarnya.

Selain melalui kegiatan pameran, produk BUCH juga dapat dibeli melalui marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop yang terhubung melalui akun media sosial resmi mereka.

Kepada calon pelaku usaha, Elviana berpesan agar tidak takut memulai bisnis meski dibayangi berbagai kekhawatiran.

“Biasanya yang paling sulit dalam berusaha adalah memulai. Banyak yang takut produknya tidak laku atau tidak diterima pasar. Padahal kalau dicoba terlebih dahulu, kita bisa belajar dan mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Jadi jangan takut untuk mulai,” katanya.

Kisah Elviana menjadi contoh bagaimana ketekunan dan keberanian mengambil langkah pertama dapat mengubah usaha kecil menjadi sebuah brand lokal yang mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah Indonesia.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.