Harga Pertamax Naik, Sopir Online di Kota Tangerang Mulai Merasakan Tekanan

Harga Pertamax Naik, Sopir Online di Kota Tangerang Mulai Merasakan Tekanan
Harga Pertamax Naik, Sopir Online di Kota Tangerang Mulai Merasakan Tekanan

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 mulai memicu kekhawatiran masyarakat. Harga tersebut melonjak Rp3.950 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Selain Pertamax, Pertamina juga menyesuaikan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara harga BBM lainnya masih bertahan, seperti Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Bacaan Lainnya

Mobilitas Tinggi Warga Tangerang Berpotensi Terdampak

Sebagai wilayah penyangga Jakarta, Kota Tangerang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi setiap harinya. Ribuan warga melakukan perjalanan menuju Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, kawasan industri Jatiuwung, Batuceper hingga sejumlah pusat pergudangan di Tangerang Raya.

Kenaikan harga Pertamax diperkirakan akan langsung dirasakan para pekerja, pelaku usaha, hingga pengguna kendaraan pribadi. Terlebih, banyak kendaraan keluaran terbaru yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar beroktan tinggi.

Biaya Isi Tangki Penuh Kini Tembus Rp650 Ribu

Dengan harga terbaru, pemilik kendaraan yang memiliki tangki berkapasitas 40 liter kini harus mengeluarkan sekitar Rp650.000 untuk sekali pengisian penuh. Sebelumnya, biaya yang diperlukan hanya sekitar Rp492.000.

Kenaikan tersebut diperkirakan menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja dan beraktivitas setiap hari.

Sopir Taksi Online Keluhkan Pendapatan Makin Tergerus

Dampak kenaikan harga Pertamax juga mulai dirasakan pengemudi transportasi online. Salah satunya Verlie (26), sopir taksi online asal Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, yang mengaku biaya operasional hariannya meningkat cukup signifikan.

“Pasti berpengaruh, Bang. Kemarin pendapatan total trip sekitar Rp300 ribu sampai Rp350 ribu. Kalau biaya bensin Rp150 ribu, pendapatan bersih masih sekitar Rp200 ribu. Sekarang pengeluaran bensin bisa mencapai Rp200 ribu sampai Rp225 ribu, jadi pendapatan bersih otomatis berkurang,” ujar Verlie kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi pada Kamis, 11 Juni 2026 sore.

Menurutnya, lonjakan harga BBM membuat penghasilan yang diperoleh semakin banyak terserap untuk biaya operasional kendaraan. Sementara tarif transportasi online hingga kini belum mengalami penyesuaian.

“Tarif transportasi online tidak ikut naik, sementara harga bahan bakar naik cukup tinggi. Akhirnya penghasilan kami habis untuk mengejar biaya bensin saja,” katanya.

Kaget Lihat Kenaikan Harga dari Media Sosial

Verlie mengaku mengetahui kenaikan harga Pertamax setelah melihat informasi yang beredar di media sosial. Ia menyebut banyak pengemudi online terkejut karena kenaikan harga terjadi secara mendadak.

“Kemarin saya bangun tidur lalu buka Instagram. Saya kaget melihat harga Pertamax naik dari sekitar Rp12 ribuan menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan hampir Rp4 ribu ini sangat mengganggu bagi pengemudi online seperti saya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pengisian BBM senilai Rp100.000 masih mampu memenuhi kebutuhan operasional dalam waktu tertentu. Namun setelah kenaikan harga, jumlah bahan bakar yang didapat menjadi jauh berkurang.

“Biasanya isi bensin Rp100 ribu bisa dapat sekitar 6 sampai 7 liter. Sekarang mungkin hanya sekitar 5 liter. Dampaknya terasa sekali buat kami yang setiap hari bergantung pada kendaraan,” tuturnya.

UMKM dan Sektor Jasa Berpotensi Ikut Terdampak

Selain pengemudi online, kenaikan harga Pertamax juga berpotensi memengaruhi biaya operasional berbagai sektor usaha. Pelaku UMKM, jasa pengiriman barang, hingga perusahaan logistik diperkirakan akan melakukan penyesuaian apabila harga BBM tinggi bertahan dalam jangka waktu lama.

Harap Kebijakan Disosialisasikan Lebih Awal

Verlie berharap pemerintah lebih terbuka dalam menyampaikan kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Menurutnya, sosialisasi yang lebih awal akan membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi perubahan.

“Harapan saya, kebijakan seperti ini jangan diambil secara mendadak. Sebaiknya dijelaskan dulu penyebabnya dan disosialisasikan sebelum diterapkan. Jangan tiba-tiba diumumkan lalu langsung berlaku,” jelasnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan kenaikan harga Pertamax agar tidak semakin membebani masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.

“Saya berharap kebijakan kenaikan harga Pertamax ini bisa dikaji ulang. Kalau harga bahan bakar naik sementara tarif tetap, penghasilan pengemudi akan semakin tergerus hanya untuk menutupi biaya operasional,” pungkasnya.

Daftar Harga BBM Pertamina per 11 Juni 2026

* Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter
* Pertalite: Rp10.000 per liter
* Pertamax: Rp16.250 per liter
* Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
* Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
* Dexlite: Rp23.000 per liter
* Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Kenaikan Pertamax memang belum secara langsung memicu kenaikan harga barang dan jasa. Namun bagi warga Kota Tangerang yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk para pengemudi transportasi online, lonjakan harga BBM ini mulai menjadi beban baru yang dikhawatirkan berdampak pada biaya hidup sehari-hari.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.