KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID–Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan melalui Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPB-LHS).
Dalam acara yang digelar di MI Al-Mubarok, Pinang, Kota Tangerang ini berkolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama Kota Tangerang.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menegaskan pentingnya aksi kolektif untuk membentuk generasi peduli lingkungan. Acara ini juga menjadi bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan.
“Gerakan ini bertujuan menciptakan pembiasaan ramah lingkungan sejak dini, seperti membawa wadah makanan, memilah sampah, hingga bersepeda ke sekolah. Ini akan membentuk siswa sebagai agen perubahan di masyarakat,” ujar Wawan, Selasa, 22 April 2025.
Sebanyak 10 madrasah telah dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota 2024, sementara 10 lainnya dipersiapkan untuk Adiwiyata 2026. Sejak 2002, total 5.505 sekolah di Tangerang telah meraih penghargaan lingkungan ini, mulai dari tingkat kota hingga nasional.
Kepala Kemenag Tangerang Samsudin menambahkan, gerakan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 52/2019. “Kami mendorong madrasah untuk menerapkan 6 aspek perilaku lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, dan penanaman pohon,” jelasnya.
Sebagai bentuk konkret, acara ini diakhiri dengan penanaman pohon matoa dalam rangka Hari Bumi ke-55, melibatkan Wali Kota Sachrudin dan seluruh undangan.
Wali Kota Sachrudin menyatakan kebanggaannya atas partisipasi aktif masyarakat. “Sejak 2015, Tangerang konsisten menjadi pelopor sekolah Adiwiyata terbanyak di Banten bahkan nasional. Ini adalah investasi untuk regenerasi bangsa yang sehat dan berkarakter,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah agar gerakan ini berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, Tangerang bertekad menjadikan lingkungan hidup sebagai bagian integral dari pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.








