Festival Al Azhom ke-13 Resmi Digelar, Hadirkan Ratusan UMKM dan Lomba Bernuansa Islami

Festival Al Azhom ke-13 Resmi Digelar, Hadirkan Ratusan UMKM dan Lomba Bernuansa Islami
Festival Al Azhom ke-13 Resmi Digelar, Hadirkan Ratusan UMKM dan Lomba Bernuansa Islami

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi membuka Festival Al Azhom ke-13 yang dirangkaikan dengan MTQ tingkat pelajar se-Kota Tangerang. Festival tahunan tersebut akan berlangsung selama 13 hari sebagai bagian dari penyambutan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan Festival Al Azhom tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan, kreativitas masyarakat, dan pergerakan ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya

“Festival ini bukan hanya seremonial, tetapi untuk meningkatkan keimanan, mengembangkan kreativitas masyarakat dan generasi muda, serta mendorong perekonomian melalui UMKM,” ujar Sachrudin kepada Lensa Banten, Senin 15 Juni 2026.

Festival tahun ini mengusung tema CERIA yang merupakan singkatan dari Cerdas, Edukatif, Religius, Inovatif, dan Amanah. Tema tersebut menjadi semangat dalam seluruh rangkaian kegiatan yang digelar.

“Tema tahun ini adalah CERIA, yaitu Cerdas, Edukatif, Religius, Inovatif, dan Amanah,” katanya.

Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Selain Festival Al Azhom, Pemerintah Kota Tangerang juga menggelar MTQ tingkat pelajar. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik.

Sachrudin menilai para pelajar merupakan calon pemimpin masa depan. Karena itu, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan ilmu pengetahuan.

“Melalui MTQ pelajar ini, kita ingin menanamkan bukan hanya ilmu, tetapi juga akhlak kepada generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Festival Didorong Jadi Agenda Nasional

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan Festival Al Azhom terus berkembang dari tahun ke tahun. Evaluasi rutin dilakukan agar kegiatan ini semakin diminati masyarakat luas.

Menurutnya, Festival Al Azhom memiliki potensi menjadi agenda tahunan berskala nasional. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi Kota Tangerang.

“Kami ingin Festival Al Azhom berkembang menjadi agenda tahunan yang diminati masyarakat dari berbagai penjuru tanah air,” ujarnya.

Kaonang menambahkan, tahun ini panitia juga menghadirkan sejumlah pembaruan dalam perlombaan dan program pembinaan karakter. Salah satunya melalui kegiatan Pramuka Cinta Masjid.

“Pramuka Cinta Masjid menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan generasi muda yang bermental mulia dan berakhlakul karimah,” tuturnya.

Ratusan Stand Meriahkan Festival

Ketua Panitia Festival Al Azhom, Fahri Rizal, menjelaskan terdapat ratusan stand yang ikut meramaikan festival tahun ini. Mulai dari kuliner, fashion, hingga pasar rakyat yang tersebar di area kegiatan.

Sebanyak 231 stand kuliner, 24 stand fashion, dan hampir 150 stand pasar rakyat disiapkan untuk melayani pengunjung selama festival berlangsung.

“Totalnya ada ratusan stand yang terdiri dari kuliner, fashion, dan pasar rakyat yang akan beroperasi selama 13 hari,” kata Fahri.

Hadirkan Lomba Tradisional dan Spot Foto Baru

Fahri mengatakan terdapat sejumlah pembaruan pada Festival Al Azhom tahun ini. Salah satunya adalah kolaborasi dengan organisasi permainan tradisional Indonesia untuk mengisi masa libur sekolah.

Selain itu, panitia juga menghadirkan MTQ pelajar dengan enam cabang perlombaan Al-Qur’an. Di area festival, pengunjung juga dapat menikmati instalasi lampion yang disiapkan sebagai spot foto.

“Tahun ini ada lomba permainan tradisional, MTQ pelajar, dan lampion yang bisa menjadi spot foto bagi pengunjung,” ujarnya.

UMKM dan Organisasi Keagamaan Dapat Fasilitas Khusus

Menurut Fahri, tidak seluruh peserta stand dikenakan biaya. Beberapa pelaku UMKM dan organisasi keagamaan mendapatkan fasilitas tanpa biaya sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi mereka.

Sementara untuk stand berbayar, peserta hanya dikenakan biaya penyewaan tenda dan instalasi listrik selama pelaksanaan festival.

“Untuk sebagian UMKM dan organisasi seperti MUI maupun DMI diberikan fasilitas gratis. Yang lainnya hanya membayar penyewaan tenda dan listrik,” katanya.

Terbuka untuk Masyarakat Luas

Fahri menegaskan Festival Al Azhom bukan hanya milik pemerintah atau panitia. Festival tersebut diselenggarakan untuk seluruh masyarakat dan terbuka bagi peserta dari berbagai daerah.

Selama ini, peserta maupun pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Tangerang. Beberapa perlombaan bahkan diikuti peserta dari Jakarta, Bogor, hingga wilayah Tangerang Raya.

“Festival Al Azhom ini untuk masyarakat. Bahkan peserta lombanya ada yang datang dari Jakarta, Bogor, dan berbagai daerah lainnya,” jelas Fahri.

Ia berharap Festival Al Azhom terus berkembang sebagai salah satu festival seni budaya Islam terbesar di Kota Tangerang. Dukungan media juga dinilai penting agar informasi kegiatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Festival Al Azhom adalah kegiatan seni budaya Islam yang sudah dikenal luas dan harus terus berkembang dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.