TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan 11 perguruan tinggi asal Kazakhstan guna mempercepat langkah institusi menuju universitas berkelas dunia (World-Class University). Tangerang, Banten. Senin 15 Juni 2026.
Kesepakatan tersebut diresmikan di sela-sela penyelenggaraan “Kazakhstan – Indonesia Forum of Higher Education Institutions” yang berlangsung di Kampus UMN, Tangerang, Banten. Forum internasional ini menjadi ruang dialog strategis untuk menjajaki potensi kerja sama akademik kedua negara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan, H.E. Dr. M. Fadjroel Rachman, saat membuka forum tersebut menyatakan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan momentum penting untuk membangun kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi.
“Forum ini ditujukan untuk membahas kolaborasi masa depan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Kazakhstan. Saya berharap kolaborasi ini dapat segera terealisasikan secara nyata dan tidak hanya tertulis di atas kertas,” ujar Fadjroel melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Fadjroel menambahkan, visi kerja sama ini mencakup program pertukaran pelajar hingga kolaborasi riset pada sektor strategis yang saat ini menjadi fokus global, seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan keberlanjutan (sustainability). Langkah awal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak mahasiswa Kazakhstan untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Senada dengan hal itu, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Arnur Tanbay, menilai pendidikan tinggi saat ini memegang peran krusial bukan hanya sebagai tempat belajar, melainkan sebagai pusat lahirnya inovasi baru dan penggerak pertumbuhan ekonomi.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Internasional Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Kazakhstan, Serik Kalkamanov. Ia menegaskan komitmen pemerintah Kazakhstan untuk mengawal implementasi kesepakatan akademik ini agar berjalan optimal.
“Kami ingin mendorong mobilitas mahasiswa dan peneliti dari kedua negara. Riset bersama akan diarahkan pada sektor-sektor strategis meliputi ekonomi, AI, kesehatan (healthcare), hingga keamanan siber (cybersecurity),” kata Serik.
Sementara itu, Rektor UMN Dr. Andrey Andoko menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjadi motor penggerak utama dalam sinergi ini. Menurutnya, penyelenggaraan forum ini sejalan dengan target UMN dalam mengekspansi kemitraan internasional demi meningkatkan kualitas pendidikan ke standar global.
“Kami memiliki keselarasan fokus dengan Kazakhstan, khususnya pada bidang AI dan keberlanjutan. Kami berharap kemitraan ini segera membuahkan aksi nyata,” tutur Andrey.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., memaparkan bahwa implementasi kerja sama dengan 11 kampus Kazakhstan tersebut akan mencakup program pertukaran pelajar selama satu semester, student mobility, profesor tamu (visiting professor), kompetisi internasional, serta riset bersama (joint research).
Adapun 11 perguruan tinggi Kazakhstan yang terlibat dalam kesepakatan ini antara lain ALT University named after Mukhamedzhan Tynyshbayev, Astana IT University, Civil Aviation Academy, D. Serikbayev East Kazakhstan Technical University, Kazakh National University of Water Management and Irrigation, Atyrau University of Oil and Gas named after Safi Utebayev, L.N. Gumilyov Eurasian National University, Kokshetau University named after Shoqan Ualikhanov, Pavlodar Pedagogical University named after Alkey Margulan, Kazakh National Research Technical University (Satbayev University), dan M.H. Dulaty Taraz Regional University.
Selain mengikat kerja sama internal, UMN juga turut menjembatani kolaborasi antara delegasi Kazakhstan dengan 14 perguruan tinggi lainnya di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Binus University, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Telkom University, UPN Veteran Jakarta, dan sejumlah universitas negeri serta swasta terkemuka lainnya.










