KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pencemaran Sungai Cisadane akibat dampak kebakaran pabrik kimia di wilayah Kota Tangerang Selatan memicu perhatian luas. Dampaknya bahkan dirasakan oleh warga di Kota Tangerang.
Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dengan ditemukannya ikan-ikan mati yang diduga terpapar zat kimia, tetapi juga sempat mengganggu pelayanan air bersih bagi warga Kota Tangerang.
Merespons kondisi itu, kepolisian bersama dinas terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol R.M. Jauhari menjelaskan, aliran sungai yang tercemar mengarah hingga ke wilayah Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Dari pemantauan awal, petugas menemukan sejumlah biota sungai dalam kondisi mati dan terbawa arus.
Menurut Jauhari, pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan tidak adanya kandungan bahan kimia berbahaya di perairan tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel air, dengan hasil yang nantinya diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan akan menelusuri informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. “Nanti saya belum konfirmasi itu, saya cek satu-satu. Nanti saya cek,” ujarnya. Saat ditanya apakah kasus itu berpotensi masuk ranah pidana, Andra kembali menjawab, “Nanti saya cek.”
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber air penting bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya, sehingga penanganan cepat dan transparan dinilai krusial untuk mencegah dampak yang lebih luas.










