Ilkom UBD Goes to Baduy: Mahasiswa Belajar Langsung Kearifan Lokal Suku Baduy

Ilkom UBD Goes to Baduy: Mahasiswa Belajar Langsung Kearifan Lokal Suku Baduy
Ilkom UBD Goes to Baduy: Mahasiswa Belajar Langsung Kearifan Lokal Suku Baduy

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Buddhi Dharma (UBD) mengadakan kegiatan bertajuk Ilmu Komunikasi – Universitas Buddhi Dharma Goes to Baduy dengan tema “Kearifan Lokal Suku Baduy, Komunikasi Budaya dalam Menjaga Tradisi & Alam Semesta”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Teori Komunikasi yang diampu oleh Widhia Seni Handayani, S.I.Kom., M.A.Journalism.

Bacaan Lainnya

Diselenggarakan pada Jumat, 11 Juli 2025, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung mengenai kebudayaan lokal kepada mahasiswa, khususnya kehidupan masyarakat Suku Baduy yang masih memegang teguh adat istiadat di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UBD, Tia Nurapriyanti, S.Sos.I., M.I.Kom, menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia, terutama di wilayah Banten.

“Kegiatan ini diadakan karena kita tahu teman-teman ini kan biasanya tinggal di kota, dan mereka harus tahu kalau di Banten itu sendiri ternyata ada salah satu suku yang memang masih mempertahankan budayanya. Meskipun banyak perkembangan teknologi yang ada, tetapi mereka tetap bersikukuh dengan budayanya. Bahkan mungkin handphone mereka juga tidak menggunakan itu,” ujar Tia.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk empati serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

“Kita ingin mengajak bahwa kita ini hidup berdampingan dengan orang lain, dengan budaya yang berbeda. Bagaimana kita bisa belajar kearifan lokal, bahwa budaya-budaya lokal itu harus dilestarikan. Salah satunya adalah Baduy Dalam, di mana suku ini masih kental dengan adat budayanya,” lanjutnya.

Sebanyak 40 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD, dosen pengampu Widhia Seni Handayani, serta Kaprodi Ilmu Komunikasi, Tia Nurapriyanti. Meski menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Kota Tangerang ke wilayah Baduy, semangat peserta tidak surut.

“Yah, mungkin teman-teman mahasiswa tidak biasa karena perjalanan yang lumayan jauh dari Kota Tangerang ke Baduy ini. Kita juga bisa merasakan medannya beda dengan di kota Tangerang sana. Seperti apa yang biasanya harus naik motor, tetapi di sini harus jalan kaki, luar biasa capeknya. Sejauh ini semuanya lancar,” ungkap Tia.

Salah satu mahasiswa peserta, Muhammad Ishaq, yang kini menempuh semester 6, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru yang tidak ia dapatkan di ruang kelas.

“Saya benar-benar merasa mendapatkan pelajaran yang tidak bisa ditemukan di kelas. Melihat langsung bagaimana masyarakat Baduy hidup dengan sederhana tapi sangat menjaga nilai-nilai adat dan kebersamaan, itu membuat saya lebih menghargai budaya lokal,” ujarnya.

Tia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi pengalaman berharga dan membentuk pemahaman yang lebih luas akan keberagaman budaya Indonesia.

“Ini menjadi pembelajaran untuk teman-teman dan bisa tahu juga bertenggang rasa. Jadi kalau bicara tentang perbedaan penampilan dan keseharian, itu tidak memandang siapapun itu. Saya harap teman-teman bisa belajar bahwa bukan hanya etnis Tionghoa yang mereka tahu, tetapi memperkaya literasi tentang suku yang ada di Indonesia, juga Banten, salah satunya ini: Suku Baduy Luar dan Dalam,” tutupnya.

Melalui kegiatan Ilmu Komunikasi – Universitas Buddhi Dharma Goes to Baduy, mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan budaya, namun juga diharapkan mampu menanamkan nilai toleransi, empati, dan semangat pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.