KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Transformasi digital mulai merambah sektor industri di Kota Tangerang. Sejumlah perusahaan diketahui telah memanfaatkan teknologi robotik dan otomatisasi dalam proses produksi guna meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah tekanan industri yang kian kompetitif.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang, Ismail, mengungkapkan penggunaan teknologi berbasis robot dan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu strategi pelaku industri untuk menekan biaya operasional.
“Sekarang ini kemajuan teknologi dan AI mendorong perusahaan mencari cara efisiensi produksi. Salah satunya melalui mesin otomatis yang bisa menggantikan pekerjaan beberapa tenaga kerja,” ujar Ismail, Jumat 10 April 2026.
Menurutnya, satu mesin otomatis bahkan dapat menggantikan pekerjaan lima hingga sepuluh orang pekerja, sehingga perusahaan dapat mengurangi beban biaya tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas.
Sudah Diuji Coba di Sejumlah Perusahaan
Ismail memastikan, penerapan teknologi robotik tersebut bukan lagi wacana. Sejumlah industri di Kota Tangerang telah mulai melakukan uji coba (trial) penggunaan mesin otomatis dalam proses produksi.
“Sudah ada, sudah mulai trial. Ini dilakukan bertahap sebagai upaya efisiensi,” katanya.
Meski demikian, implementasi teknologi ini tidak dapat dilakukan secara instan di seluruh lini produksi. Salah satu kendala utama adalah tingginya biaya investasi mesin serta kondisi peralatan industri yang sebagian besar sudah berusia lama.
“Mesinnya mahal, jadi tidak bisa langsung diganti semua. Apalagi banyak perusahaan yang mesin produksinya sudah tua, sehingga penggantian dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Tantangan dan Peluang Industri
Di tengah tekanan global dan persaingan pasar, langkah adopsi robotik dinilai menjadi kebutuhan bagi industri agar tetap kompetitif. Namun di sisi lain, perubahan ini juga berpotensi memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur.
Penggunaan teknologi dinilai sebagai keniscayaan, namun perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan sistem industri berbasis otomatisasi.
Dengan tren ini, Kota Tangerang memasuki fase baru industrialisasi yang lebih modern, di mana efisiensi dan inovasi teknologi menjadi kunci utama keberlangsungan usaha.









