TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kondisi Jalan Iskandar Muda menuju TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, kembali dikeluhkan warga pada Rabu, 25 Februari 2026. Ruas jalan tersebut terlihat berlubang dan berdebu meski sebelumnya telah dilakukan pengaspalan.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalu Dinas PUPR, melanjutkan proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah. Salah satunya dengan melakukan pengaspalan di sepanjang Jalan Iskandar Muda, Neglasari, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, belum genap dua pekan setelah pengaspalan dilakukan, kondisi jalan dilaporkan kembali hancur. Sejumlah titik terlihat retak, berlubang, bahkan menimbulkan debu saat cuaca panas.
Awan, warga sekitar yang juga berprofesi sebagai montir, menilai perbaikan jalan dilakukan tidak maksimal. Ia menyebut pengerjaannya terkesan tambal sulam dan tidak menyeluruh.
“Baru sekitar dua minggu diaspal, tapi sudah hancur lagi. Harusnya diratain dulu baru diaspal, jangan sepotong-sepotong,” ujarnya kepada Lensa Banten.

Menurutnya, lubang yang muncul di badan jalan cukup dalam dan membahayakan pengendara. Kondisi tersebut semakin parah saat hujan deras mengguyur kawasan itu.
“Berlubang, dalam juga hampir sebetis. Waktu hujan gede banyak yang nyungsep,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa jalan yang licin akibat tanah bercampur air hujan membuat banyak pengendara motor terjatuh. Bahkan, dalam satu periode hujan deras, belasan kendaraan disebut menjadi korban.
“Ada mungkin 10 motor jatuh, katanya ada yang sampai patah tangannya,” ucapnya.
Kerusakan jalan ini disebut sudah terjadi sejak sebelum perayaan Imlek, saat intensitas hujan tinggi di awal tahun. Hingga kini, perbaikan yang dilakukan dinilai belum memberikan hasil maksimal.
“Semenjak sebelum Imlek, pas hujan-hujan gede awal tahun,” tuturnya.
Awan menduga selain faktor cuaca, banyaknya truk kontainer bermuatan berat turut memperparah kondisi jalan. Ia menilai struktur jalan seharusnya menggunakan cor beton agar lebih kuat.
“Kontainer makin sering lewat. Harusnya dicor, bukan cuma diaspal, karena ini jalur mobil besar,” jelasnya.
Ia juga menyebut pihak kelurahan dan kecamatan sempat turun ke lokasi sebelum pengaspalan dilakukan. Namun, hasil perbaikannya dianggap tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
“Katanya mau ada tindak lanjut, tapi cuma diaspal setengah. Hasilnya ya begini,” ungkapnya.
Menjelang libur Lebaran, ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan total. Warga ingin jalan diperbaiki secara menyeluruh agar tidak kembali menimbulkan kecelakaan.
“Harapannya cepat diperbaiki total, biar enggak ada kecelakaan lagi,” pungkasnya.









