APJI Usulkan Pembentukan ‘Food Hub’ untuk Optimalkan Program Makan Bergizi di Kota Tangerang

Pengelola SPPG Bugel Indah, Paula Theodora

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Tangerang memberikan masukan strategis guna mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). APJI mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pilar utama penyokong kebutuhan pangan.

Wakil APJI Kota Tangerang, Paula Theodora, mengungkapkan bahwa idealnya Kota Tangerang memiliki pusat pengelolaan pangan atau hub besar yang berfungsi sebagai wadah mini processing. Fasilitas ini nantinya akan menyuplai kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Gizi (SPG) yang tersebar di kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Sebetulnya lebih bagus lagi kalau kita membangun suatu wadah, dapur besar, kita bisa membikin mini processing di situ untuk disuplai ke dapur-dapur SPG, supaya para UMKM ini bisa sama-sama bergerak,” ujar Paula, Rabu, 25 Februari 2026.

Berdayakan UMKM Lokal dan Jamin Higienitas

Paula menekankan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok utama bahan baku bagi dapur-dapur program MBG. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya standarisasi harga dan jaminan higienitas produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha lokal tersebut.

Konsep hub pangan ini bukanlah hal baru bagi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Paula menyebutkan bahwa model pemberdayaan UMKM melalui pusat pengolahan ini telah berhasil diimplementasikan di wilayah Cianjur, Jawa Barat, dan direncanakan akan diperluas ke wilayah Tangerang, Sumatera Utara, hingga Lampung.

Kuota Dapur dan Kendala Regulasi BGN

Terkait kondisi saat ini, Paula mencatat bahwa jumlah dapur SPG di Kota Tangerang masih terbatas, yakni baru terdapat 65 unit operasional dan beberapa lainnya dalam tahap persiapan. Menurut pantauannya, kuota dapur yang ada saat ini belum mampu menjangkau seluruh sekolah di wilayah yang seharusnya menerima manfaat program.

Meski kebutuhan penambahan dapur masih tinggi, langkah ekspansi saat ini terganjal oleh kebijakan pusat. Paula menginformasikan bahwa portal pendaftaran mitra baru di Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini telah ditutup secara permanen.

“Kita tidak bisa melakukan apa-apa karena portal dari BGN tertutup. Jadi kita tidak bisa daftar untuk dapur baru, kecuali portal itu dibuka kembali,” jelasnya.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.