Kebersamaan Khas Imlek di Kawasan Pasar Lama Tangerang

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Pasar Lama Tangerang kembali bermandikan warna merah dan emas. Deretan lampion menghiasi langit-langit kios, sementara ornamen shio, angpao, dan berbagai dekorasi pembawa keberuntungan tertata menarik di setiap sudut lapak.

Sejak pagi, lorong-lorong pasar sudah dipenuhi pengunjung yang datang silih berganti. Mereka tidak hanya berburu hiasan, tetapi juga menikmati atmosfer khas yang hanya hadir menjelang Imlek.

Bacaan Lainnya

Suasana tawar-menawar terdengar bersahutan di antara kios-kios yang padat. Aroma jajanan tradisional yang menguar di udara menambah kesan hangat dan akrab bagi siapa pun yang melintas.

Antusiasme tak hanya datang dari warga keturunan Tionghoa, melainkan juga masyarakat dari beragam latar belakang. Banyak pengunjung mengaku rutin menyambangi Pasar Lama setiap tahun sebagai bagian dari tradisi keluarga.

Salah satu pedagang pernak-pernik Imlek, Lina (45), mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli sudah terasa sejak beberapa pekan sebelum hari raya. Ia menyebut tren peningkatan itu hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Setiap tahun pasti ramai. Banyak pelanggan lama yang kembali karena pilihannya lengkap dan bisa tawar harga. Tahun ini juga ada konsumen baru yang datang,” ujarnya sambil melayani pembeli yang memilih angpao bermotif naga.

Menurut Lina, pilihan barang yang tersedia sangat beragam dan menyesuaikan kebutuhan perayaan. Mulai dari lampion aneka ukuran, gantungan shio tahun berjalan, hingga kaligrafi bernuansa keberuntungan dan rezeki dapat ditemukan dengan mudah.

Dari sisi harga, produk yang dijajakan relatif ramah di kantong berbagai kalangan. Hiasan berukuran kecil dipasarkan mulai dari belasan ribu rupiah, sedangkan dekorasi besar ditawarkan dengan harga yang menyesuaikan bahan serta tingkat kerumitan pembuatannya.

Kebersamaan Khas Imlek di Kawasan Pasar Lama Tangerang

Salah seorang pembeli, Andi (34), mengaku sengaja datang lebih awal agar mendapatkan pilihan terbaik. Ia mengatakan suasana Pasar Lama selalu menghadirkan kesan berbeda dibandingkan berbelanja di pusat perbelanjaan modern.

“Kalau belanja di sini rasanya lebih hidup. Bisa sekalian nostalgia, pilihannya juga lengkap dan harganya masih bisa ditawar,” katanya.

Lebih dari sekadar pusat belanja musiman, Pasar Lama juga menjadi ruang interaksi lintas generasi. Kaum muda terlihat mencari aksesori unik untuk memperindah rumah atau kafe, sementara orang tua berburu perlengkapan sembahyang dan dekorasi tradisional.

Di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan modern, Pasar Lama Tangerang tetap kokoh sebagai sentra perdagangan sekaligus simbol pelestarian budaya. Setiap ornamen yang dibeli seakan membawa doa dan harapan untuk menyambut tahun baru dengan keberkahan.

Bagi warga Tangerang dan sekitarnya, suasana Pasar Lama menjelang Imlek bukan sekadar aktivitas jual beli. Tempat ini menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial sekaligus menghadirkan optimisme menyongsong tahun yang baru.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.