Kecanduan Judi Online Seperti Narkoba, Pemerhati Kesehatan : Perlu Intervensi Pemerintah

darurat judi online
Ilustrasi: Judi Online

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Judi online (judol) yang mewabah di Indonesia memberi efek buruk warga yang terpapar. Perlu intervensi pemerintah yang serius menangani masalah ini agar tidak ada berdampak luas hingga menelan korban jiwa.

Pemerhati kesehatan dan pemerhati anak Kota Tangerang Ratna Jumila menuturkan, judol di Indonesia ini candu, seperti narkoba. Orang yang terpapar judol akan nekat berbuat apa saja untuk memenuhi keinginannya.

Bacaan Lainnya

Perlu langkah konkrit untuk pencegahan, terutama di tingkat keluarga yang bisa diawali dari pasangan suami istri.

“Pencegahan yang terpenting di tingkat keluarga mulai dari pasangan suami istri,”ujarnya, Senin, 22 Juli 2024.

Menurutnya, korban dari judol akan sulit untuk diberikan nasihat namun karena tidak sedikit yang nekat menjual harta benda.

“Menurut saya bagi orang yang sudah terpapar judol harus dilakukan rehabilitatif karena sudah masuk ke psikologis gangguan jiwa,”tegasnya kepada Lensabanten.

Ia melanjutkan, sudah waktunya pemerintah pusat hingga daerah fokus untuk melakukan intervensi pencegahan dengan melibatkan kader kesehatannya untuk mempromosikan bahaya judi online.

“Saya harapkan instansi kesehatan lebih peduli bahwa judol ini masalah yang benar-benar mengancam,”imbuhnya.

Ratna pun meminta agar pemerintah daerah juga bisa menghadirkan poli khusus untuk menangani orang yang kecanduan judol.

Ratna Jumila, seorang praktisi kesehatan dan pemerhati anak
Ratna Jumila, seorang praktisi kesehatan dan pemerhati anak

Poli Khusus Konsultasi Kecanduan Judol di RSUD Kota Tangerang

Terkait poli khusus pecandu judi online, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang membuka layanan konsultasi bagi pecandu judi online hingga pinjaman online atau pinjol.

Sejauh ini ada beberapa orang yang sudah berkonsultasi, dalam hal ini masuk ke poli jiwa dengan para dokter yang profesional di bidangnya.

Direktur RSUD Kota Tangerang dr. Yusuf Alfian Geovanny mengatakan, adiksi pada hal apapun, termasuk judi online dan pinjol, merupakan penyakit kejiwaan. RSUD Kota Tangerang pun sudah tersedia poli jiwa dengan dokter spesialis kejiwaan.
“Layanan konsultasi bagi pasien yang kecanduan lainnya, sudah ada sejak dibukanya spesialis kejiwaan. Namun, saat ini trennya rata-rata kecanduan judi online dan pinjol. Yakni, pasien adiksi disertai komorbid atau penyertanya. Misalnya, rasa cemas berlebihan serta stress,” ungkap dr. Yusuf.
Ia pun menyatakan, saat ini memang tengah muncul fenomena baru terkait kasus depresi akibat judi online dan pinjaman online. Poli jiwa RSUD Kota Tangerang pun telah disiapkan untuk mengantisipasi fenomena ini.
“RSUD Kota Tangerang membuka layanan pemeriksaan kejiwaan tak terkecuali kecanduan judi online dan pinjol. Adapun jadwal pelayanan poli jiwa di RSUD Kota Tangerang adalah Senin sampai Sabtu, mulai pukul 07.30 wib hingga 14.00 wib,” jelasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.