KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hari pertama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-54 Kabupaten Tangerang sejumlah arena diwarnai ragam kegiatan.
Pada Arena XI menggelar pelaksanaan cabang Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ) dan dilangsungkan di Aula Kecamatan Solear, Sabtu 13 Januari 2024.
MSQ merukapan perlombaan yang menampilkan 3 anggota dalam 1 grup, bertugas untuk membawakan tema yang sudah ditentukan oleh Juri. Pada cabang ini ada 10 Kecamatan yang ikut serta.
Sakira, salah satu peserta perwakilan dari Kecamatan Pagedangan menjelaskan, untuk berlaga di MTQ Ke-54 timnya mempersiapkan latihan setiap hari selama tiga minggu.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar, kita menyampaikan tema dari juri yaitu harmonisasi Pancasila dan Agama, serta kita optimis bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, pada pelaksanaan Cabang Tafsir Al Qur’an Bahasa Indonesia & Tafsir Al Qur’an Bahasa Inggris dilaksanakan di Masjid Darussalam Desa Cikasungka Kecamatan Soler, Arena VIII.
Sebanyak 9 Peserta cabang Tafsir Al Qur’an Bahasa Inggris dan 9 peserta tafsir Al Qur’an Bahasa Indonesia mengikuti MTQ Ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang penuh konsenterasi.
Ketua Dewan juri Prof. Dr. H. Ahmad Qurtubi, MA menyampaikan peserta MTQ Ke-54 Tingkat Kabupaten Tangerang khusus nya cabang Tafsir Al Qur’an Bahasa Indonesia & Tafsir Al Qur’an Bahasa Inggris layak dan siap bersaing di ajang MTQ Prov Banten.

Sebanyak 9 Peserta cabang Tafsir Al Qur’an Bahasa Inggris dan 9 peserta tafsir Al Qur’an Bahasa Indonesia
“Melihat dari peserta yang tampil semuanya bagus-bagus dan memukau, dan peserta mempersiapkan diri dengan maksimal sehingga secara penilaian semua ketat,” ungkapnya.
Ahmad Qurtubi menegaskan, di cabang ini terdapat 9 juri yang menilai, meliputi 3 juri bidang fasohah, 3 juri bidang tajwid dan 3 juri bidang tafsir.
“Berharap dengan adanya MTQ ini, dapat membumikan Al Qur’an melalui berbagai bahasa salah satunya basaha Inggris dan Indonesia,” Ucapnya.
Sementara itu, Ahmad Nu’man Farisi peserta perwakilan dari Kecamatan Jambe menuturkan persiapannya.
“Bermodalkan di pesantren dan di bangku kuliah, sudah terbiasa menggunakan komunikasi dengan bahasa inggris, sehingga InsyaAllah secara mental dan materi siap,” tuturnya.
BACA JUGA :









