TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated, bekerja sama dengan UMKM Tangerang Raya resmi membuka gelaran Kreasi Loka, sebuah bazaar produk lokal yang dikurasi khusus untuk menampilkan karya UMKM unggulan. Acara ini dibuka pada Kamis, 2 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, dan berlangsung di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8 VIVERE Hotel, Serpong.
Kreasi Loka dihadirkan sebagai ruang promosi sekaligus pameran bagi pelaku UMKM lokal. Ragam produk yang dipamerkan mencakup busana batik dan fashion, kerajinan tangan, tas handmade, suvenir, hingga kuliner serta camilan khas Nusantara. Pengunjung yang hadir dapat menikmati sekaligus membeli langsung karya-karya kreatif anak bangsa dengan kualitas bersaing.
Perkuat Sinergi UMKM dan Karya Lokal
General Manager VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated, Inda Rambu, menyebutkan bahwa momen ini sangat tepat karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Menurutnya, kehadiran Kreasi Loka menjadi sarana memperkuat sinergi dengan UMKM sekaligus memperkenalkan karya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Hotel menjadi tempat tepat untuk memperkenalkan kreasi Tangerang, karena tamu kami datang dari berbagai daerah. Kami ingin mendukung UMKM agar produknya dikenal lebih luas,” ujar Inda.
Ia juga menekankan bahwa sektor hospitality memiliki peran penting dalam mendorong produk UMKM. Melalui fasilitas dan ruang yang disediakan hotel, produk lokal dapat lebih mudah diekspos kepada tamu, baik dari dalam maupun luar daerah.
Direktur UMKM Tangerang Raya, Azdin Akbar, menegaskan bahwa peluang produk lokal untuk berkembang sebenarnya sangat besar, terutama jika mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kegiatan seperti Kreasi Loka tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga memperkuat ekosistem UMKM di daerah.
“Produk UMKM Tangerang punya peluang besar berkembang. Kegiatan ini menambah perputaran ekonomi dan membuktikan produk lokal mampu bersaing,” jelas Azdin.
Ia menambahkan, dukungan dari hotel membuat para UMKM semakin percaya diri dalam menampilkan karya terbaik mereka.
“Alhamdulillah, Fovere menyambut baik kolaborasi ini. Teman-teman UMKM merasa senang karena karya mereka benar-benar didukung. Apalagi dengan adanya keterlibatan media, produk lokal semakin mudah dikenal masyarakat,” tambahnya.

Khas Budaya Batik Tangerang
Salah satu pelaku UMKM yang turut ambil bagian adalah pemilik Elviza Boutique, Eli. Ia menuturkan rasa syukurnya bisa berpartisipasi di bazaar yang digelar bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan batik khas Tangerang.
“Batik adalah warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. Tangerang punya batik khas dengan motif Pintu Air 10, Perahu Naga, Sungai Cisadane, hingga Bunga Melati,” ujar Bu Eli.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa setiap motif batik khas Tangerang memiliki makna dan identitas tersendiri. Misalnya, motif Ayam Kacang yang terinspirasi dari kuliner khas Kabupaten Tangerang, serta motif Lenggang Cisadane yang mencerminkan kebudayaan Tari Cokek.
“Motif-motif ini adalah kebanggaan masyarakat Tangerang. Inilah batik lokal yang kami persembahkan untuk melestarikan budaya,” tutupnya.
Gelaran Kreasi Loka ini terbuka untuk umum dan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Kehadiran bazaar ini diharapkan tidak hanya memberi ruang promosi bagi UMKM, tetapi juga memperkuat apresiasi masyarakat terhadap produk lokal.
Dengan adanya kegiatan ini, UMKM di Tangerang semakin memiliki peluang berkembang sekaligus menjadikan produk lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan kebanggaan bangsa.









