BAYAH, LENSABANTEN.CO.ID – Untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang mitigasi bencana, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan PT Surveyor Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Bersama Tim Mitigasi” di SMAN 1 Bayah (Sobat Smanbay).
Sobat Smanbay bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap jalur evakuasi SMA Negeri 1 Bayah dalam skenario bencana. Kegiatan ini terbagi atas tiga segmen utama:
- Sosialisasi Jalur Evakuasi:
- Pemahaman peta rute evakuasi fisik dan digital SMA Negeri 1 Bayah.
- Sosialisasi tentang sirine mandiri desa dan teknik komunikasi radio.
- Simulasi gempa dan uji coba sirine.
- Lomba dan Pelatihan:
- Lomba menggambar peta evakuasi dan pembuatan video kreatif terkait mitigasi kebencanaan.
- Analisis kerentanan peta jalur evakuasi sekolah.
- Trekking dan input kerentanan melalui peta digital.
- Peserta dan Tamu Kehormatan:
- Siswa kelas 10-12 SMA Negeri 1 Bayah.
- Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah, Drs. Asep Darma Mulya, M.Si.
- Ketua Yayasan Jaga Balai Aan Anugrah.
- Dosen Program Studi Strategic Communication UMN, Theresia L.V. Lolita.
- Ketua GMLS Anis Faisal Reza.
- Corporate Secretary GMLS Willdan Hidayatullah.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah Bayah dan Lebak Selatan. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah, Drs. Asep Darma Mulya, M.Si., menyatakan pentingnya pelatihan berkala untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana.
Ketua GMLS, Anis Faisal Reza, menekankan fokus pada kegiatan Tsunami Ready, dan Sobat Smanbay dianggap langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Saat ini, fokus kami memang menggarap kegiatan Tsunami Ready, dan pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus merupakan kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana alam yang ada di daerah mereka. Sobat Smanbay merupakan langkah pertama untuk mewujudkan hal itu,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza dalam siaran tertulisnya Rabu 29 November 2023.
Setelah sosialisasi peta rute evakuasi, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang Sirine Mandiri Desa dan teknik komunikasi radio oleh Corporate Secretary GMLS Willdan Hidayatullah. Para siswa dapat mempraktikkan penggunaan radio HT sebagai alat komunikasi dalam keadaan bencana.
Kegiatan ditutup dengan simulasi gempa bumi dan penggunaan sirine mandiri desa, di mana siswa diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dari kegiatan sebelumnya.








